image

KAIT BAJAK LAUT: Munawar, pura-pura terkena kait bajak laut di Kampung Pelangi, Dukuh Pesantren RT 05/RW 02 Desa Pagersari, Patehan, Kendal. (suaramerdeka.com / Ali Arifin)

01 Februari 2018 | 08:44 WIB | Wisata

Tiap Hari Selalu Ada yang Berkunjung

  • Kampung Pelangi Patehan Kendal

''SEBAGIANbesar wilayahnya desa kami berupa sawah. Di desa kami juga tidak memiliki objek wisata alam. Mohon saran, bagaimana caranya agar bisa membuat objek wisata yang menarik dan dikunjungi wisatawan,'' kata Asnawi, kepala Desa Bonangrejo, Bonang, Demak, kepada Munawar, tokoh masyarakat sekaligus penggagas Kampung Pelangi, Dukuh Pesantren RT 05/RW 02 Desa Pagersari, Patehan, Kendal.

Munawar kemudian memberikan sejumlah opsi jenis usaha yang mungkin bisa diterapkan di Desa Bonangrejo. Salah satunya adalah membuat ''Kolam Keceh'' di pinggir jalan yang dipadukan dengan beragam aktivitas pertanian sebagai basis dari desa tersebut. ''Jika desa memiliki lahan di tepi jalan raya, coba dibuat 'Kolam Keceh'. Di mana anak-anak bebas bermain air. Di samping kolam itu bisa didirikan warung-warung tempat para orang tua berbelanja,'' jelasnya.

Ya, itulah kesibukan Munawar (51) selepas mengajar di SMPN 3 Patean, Kendal. Pada tahun 2010, suami Eny Woro Subekti, itu menggagas, mendirikan, sekaligus menjadi ketua Kelompok Petani Kelinci di kampungnya.

''Itu awal mula kegiatan di Kampung Pelangi Dukuh Pesantren, yakni membuat Kampung Kelinci. Beragam jenis kelinci dari kampung kami ini sudah laku terjual ke para pelanggan di sejumlah wilayah. Antara lain Batang, Pekalongan, Tegal, Temanggung, Magelang, Yogyakarta, Wonosobo, Banjarnegara, Semarang, dan Jakarta.''

Setelah sukses mengelola Kampung Kelinci, ayah dari M Irsyad Fadhila, Tito Yudhananto, dan Khumaila Almalia Fajrin, tersebut kemudian menggagas, mendirikan, sekaligus sebagai ketua Kampung Literasi (Kampung Baca).

''Di Kampung Baca, masyarakat mudah mendapatkan ilmu secara murah. Dikatakan mudah karena buku-buku sudah didekatkan kepada warga. Murah karena tanpa harus jauh-jauh mengeluarkan biaya. Bahkan membaca dan meminjam buku juga gratis tanpa syarat apapun. Di rumah-rumah penduduk di Kampung Baca ini, kami sediakan rak dan bukunya sekalian secara gratis,'' ujarnya.

Studi Banding

Kegiatan di Kampung Literasi Dukuh Pesantren, Desa Pagersari, Patean, Kendal itu menyentuh segala usia dari anak-anak hingga para orang tua. Antara lain lomba mewarnai gambar, membaca, menulis, bercerita, dan beragam pelatihan yang muaranya adalah menggerakkan dan menumbuhkan ekonomi kerakyatan.

Pada 2012 Munawar juga mendirikan sekaligus menjadi ketua Korps Sukarela Kecamatan Patean. Korp Sukarela itu sudah banyak berkiprah dalam berbagai kegiatan yang berhubungan dengan kebencanaan di sejumlah wilayah di Jawa Tengah, hingga menyantuni kaum duafa, bedah rumah, dan pendampingan ODHA (pennyandang HIV/AIDS). Keberadaan Kampung Kelinci dan Kampung Literasi itu membuat sejumlah lembaga pendidikan dan masyarakat melakukan studi banding ke Dukuh Pesantren.

Antara lain dari Civitas Akademika Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), santri Ponpes Gontor (dua kali, masing-masing kunjungan 100 santri dan ustadz pembimbingnya), mahasiswa IIQ Wonosobo, mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes), sejumlah mahasiswa UNY juga melakukan penelitian di kampung itu, perangkat Desa Bonangrejo, Bonang, Demak yang dipimpin Kades Asnawi, dan sejumlah LSM.  ''Mereka biasanya berkunjung untuk belajar seputar dunia pendidikan nonformal dan infornal.''

Munawar juga mengaku sudah mendirikan 11 Taman Baca Masyarakat (TBM) yang salah satunya ada di Desa Pranten, Bawang, Batang. Kiprah Munawar dan tetangga sekampungnya yang terakhir adalah membuat Kampung Pelangi. Siapapun bebas berkunjung ke kampung yang dicat warna-warni itu.

''Kampung Pelangi adalah wadah dari Kampung Kelinci, Kampung Literasi, dan Taman baca Masyarakat,'' jelas Munawar yang sering diundang sebagai pembicara tentang perpustakaan di tingkat kabupaten, provinsi, dan nasional.

Kampung Pak Nawar (begitu dia akrab disapa) juga sering dikunjungi pejabat. Antara lain para pejabat Dinas Perpustakaan, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata, Kabid Keaksaraan Kemendikbud (Kastum), Kabid Kesetaraan Kemendikbud (Samto, beberapa pejabat di lingkungan Litbangdikmas PP PAUD Dikmas Jateng, juga Bupati Kendal Mirna Annisa.

(Ali Arifin /SMNetwork /CN26 )