image

Foto: suaramerdeka.com / dok

10 Januari 2018 | 19:45 WIB | Cabang Olahraga

Proliga 2018 Digelar di Delapan Kota

JAKARTA, suaramerdeka.com- Kompetisi bola voli Proliga 2018 bakal digulirkan di delapan kota. Ajang paling akbar di Tanah Air ini akan diikuti lima tim putra dan tujuh tim putri. Semestinya, tim putra diramaikan enam tim, namun Jakarta Elektrik PLN mundur karena merasa tak mampu bersaing.

Jadi hanya lima tim yang berlaga, yaitu Jakarta Pertamina Energi, Palembang Bank Sumsel Babel, Surabaya Bhayangkara Samator, Jakarta BNI Taplus dan Bekasi BVN. Menurut Direktur Proliga Hanny Surkatty, Jakarta Elektrik PLN dikenai denda karena memilih mundur sebelum kompetisi berlangsung. Tim tersebut disuruh membayar denda sebesar Rp 1 miliar. "Pada pekan ini mereka harus membayar dendanya. Itu saja hukumannya, tidak ada skorsing," kata Hanny di Jakarta, Rabu (10/1).

Adapun tujuh tim putri yang bakal berkompetisi adalah Jakarta Elektrik PLN, Jakarta Pertamina Energi, Gresik Petrokimia, Jakarta PGN Popsivo Polwan, Bandung Bank BJB Pakuan, Jakarta BNI Taplus, dan Bekasi BVN. Laga pembuka akan dimainkan di Yogyakarta pada 19 Januari mendatang.

Adapun kota lain yang menjadi tuan rumah adalah Batam, Gresik, Denpasar, Palembang, Bandung, Malang dan Solo. Tahun ini, Jakarta tak disinggahi karena venue di Kompleks Gelora Bung Karno sedang direnovasi untuk Asian Games 2018. Namun, pada Februari depan, GBK akan dipakai test event Asian Games, salah satunya untuk cabang olahraga voli. Lantaran Jakarta tak disinggahi, maka partai final akan diselenggarakan di Yogyakarta, 15 April 2018.

Meski sudah bertahun-tahun digelar, namun total hadiah yang diberikan untuk pemenang tak berubah, yaitu Rp 1 miliar. Mengenai masalah ini, Hanny menyebut tujuan utama dari Proliga bukan mengejar hadiah semata. "Tapi pemain bisa mendapat penghasilan kehidupan yang lebih baik, itu yang diutamakan, sehingga dengan adanya
Proliga atlet bisa dihargai dengan dapat pekerjaan di tim yang dibelanya," ungkapnya.

(Arif M Iqbal /SMNetwork /CN26 )