22 Maret 2018 | Internasional

Moon Buka Kemungkinan Pertemuan Trilateral

  • Setelah Pertemuan Kim dan Trump Dipastikan

SEOUL-Presiden Korsel Moon Jae-in membuka kemungkinan pertemuan trilateral antara Korsel, Korut, dan AS setelah Pyongyang secara resmi memastikan pertemuan Kim Jong-un dan Presiden AS Donald Trump.

”Pertemuan puncak antara pemimpin Korut dan AS akan menjadi momen bersejarah menyusul pertemuan puncak Korut dan Korsel. Momen ini bahkan bisa bisa mengarah pada pertemuan trilateral antara Korut, AS, dan Korsel,” kata Moon, Rabu (21/3). Pernyataan itu diungkapkan Moon menjelang rencana pertemuannya dengan Kim Jong-un pada April mendatang di Desa Panmunjon.

Sejumlah sumber mengatakan Panmujon bisa jadi tak hanya menjadi lokasi pertemuan antara Kim dan Moon, tapi juga pertemuan trilateral. Dalam kesempatan itu, Moon juga mengatakan setiap dialog dengan Korut harus bertujuan untuk membahas penyelesaian krisis nuklir di Semenanjung Korea. Dia mengaku memiliki ”visi dan misi yang jelas” untuk mewujudkan perdamaian abadi di Semenanjung Korea.

Salah satunya dengan menggantikan perjanjian gencatan senjata Korsel dan Korut yang disepakati pada 1953. Korut dan Korsel secara teknis masih berperang karena mengakhiri Perang Korea 1950-1953 lalu hanya dengan perjanjian gencatan senjata, bukan perjanjian damai. ”Apakah kedua Korea hidup bersama atau terpisah, kita tetap harus mewujudkan situasi damai dan sejahtera bersama tanpa menyebabkan kerugian satu sama lain,” kata Moon.

Buka Suara

Setelah membuat banyak pihak berspekulasi karena terus bungkam, Korut akhirnya buka suara mengenai rencana pertemuan pemimpin tertinggi mereka, Kim Jong-un, dengan Presiden AS Donald Trump.

”Dialog perdamaian Korut adalah ekspresi dari kepercayaan diri karena kami sudah mencapai apa yang kami inginkan,” bunyi pernyataan Pemerintah Korut melalui kantor berita resmi KCNA. Pernyataan itu mematahkan sejumlah spekulasi yang menyebutkan bahwa Kim akhirnya mengirimkan undangan pertemuan kepada Trump karena sanksi internasional mulai mencekik negaranya.

”Pernyataan sampah 'sebagai hasil sanksi dan tekanan' yang dikeluarkan oleh pasukan musuh itu tidak ada artinya dan sangat sia-sia.” Di akhir pernyataannya, Korut mengimbau agar semua pihak menanggapi pertemuan tersebut dengan bijak dan sabar.(rtr-25)