22 Maret 2018 | Internasional

Retakan di Kenya Bakal Munculkan Benua Baru

NAIROBI- Sebuah laporan terbaru mengungkapkan bahwa telah muncul retakan yang membelah dataran Kenya dalam dua pekan terakhir. Retakan di dekat Nairobi, ibu kota Kenya, itu diprediksi akan membentuk benua baru yang terpisah dari Afrika. Pembelahan daratan itu akan selesai dalam 50 juta tahun.

Menurut para ilmuwan dari Institut Sains dan Teknologi New Mexico yang dikutip oleh Nation Newsplex, retakan besar yang disebut Great Rift tersebut membagi Afrika menjadi dua lempeng tektonik. Lempeng pertama adalah Lempeng Nubia yang mencakup sebagian besar benua, sedangkan yang kedua adalah Lempeng Somalia dengan luas wilayah lebih kecil. Great Rift membentang sepanjang sekitar 6.000 km mulai dari Tanduk Afrika ke arah selatan hingga Mozambique.

Ahli geologi memperkirakan Lempeng Somalia telah bergerak menjauh dari lempeng Nubia dengan laju sekitar 2,5 sentimeter per tahun. Diperkirakan Lembah Great Rift sudah mulai terbentuk sejak 25 juta tahun yang lalu. Keretakan besar itu bisa terlihat di kawasan Suswa, Kenya.

Aktivitas saling mendorong atau menarik di kerak bumi menyebabkan batu meluncur ke atas atau ke bawah. Lempeng tektonik diketahui hampir tak pernah diam. Mereka menabrak satu sama lain atau jatuh di bawah atau di atas satu sama lain. Mereka juga dapat bergerak terpisah satu sama lain.

Studi Komprehensif

”Apa yang terjadi adalah lempeng Somalia bergerak menjauh dari lempeng lainnya sekitar 2,5 cm per tahun. Dalam waktu dekat jika ini terjadi, kita akan memiliki Lempeng Somalia yang terpisah dari Lempeng Nubia,” kata ahli geologi David Ahede.

Dia menjelaskan, harus ada studi yang lebih komprehensif terkait fenomena alam itu agar warga atau Pemerintah Kenya tidak khawatir saat akan membangun jalan atau tempat tinggal. ”Kita tidak bisa menghentikan proses geologi tersebut karena fenomena alam itu terjadi dari dalam perut Bumi,” paparnya.

Foto ilustrasi media Ghana, Joy Online, memperlihatkan prediksi ”benua baru” yang terpisah dari daratan Afrika memiliki bentuk memanjang. ”Benua baru” itu terdiri atas Kenya, Somalia, Tanzania, dan setengah dari Ethiopia. Retakan di Jalan Mai Mahiu Narok yang sibuk membuat lalu lintas di sekitar Nairobi, ibu kota Kenya, terdampak masalah. Selain itu ambruknya tanah juga ”menelan” semua air di kawasan yang dilaluinya.

”Tinggal di sini seperti menunggu kematian tiba,” ujar Mary Wambui (72), salah seorang warga setempat yang rumahnya terbelah menjadi dua akibat retakan tersebut. Retakan terjadi ketika dia dan keluarganya sedang makan malam pada Senin (19/3).(dailystar-sep-25)