22 Maret 2018 | Internasional

Presiden Myanmar Mundur karena Alasan Kesehatan

NAYPYITAW- Presiden Myanmar U Htin Kyaw (71), salah seorang tokoh yang dekat dengan Aung San Suu Kyi, mengundurkan diri karena alasan kesehatan, Rabu (21/3). Htin Kyaw dilantik sebagai presiden pada 2016 setelah Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) pimpinan Suu Kyi meraih kemenangan besar dalam pemilu.

Selama dua tahun menjabat, dia bertindak sebagai bayangan Suu Kyi. Secara konstitusi, Suu Kyi dilarang mencalonkan diri sebagai presiden karena anak-anaknya berkewarganegaraan asing. Sebuah jabatan baru, yakni Penasihat Negara, dibentuk untuk memungkinkan perempuan politikus itu memiliki peran pemimpin dalam pemerintahan.

Menurut Konstitusi Myanmar, dua pejabat senior yang memegang posisi Wakil Presiden Myanmar untuk sementara akan menjabat sebagai Pelaksana Tugas Presiden. Hal itu berlaku hingga presiden baru dipilih oleh parlemen dalam waktu tujuh hari kerja usai pengunduran diri presiden.

Dengan demikian berarti Myint Swe, mantan jenderal yang kini menjabat Wakil Presiden Myanmar, akan menjabat Pelaksana Tugas Presiden. Presiden merupakan kepala negara dan kepala pemerintahan di Myanmar. Jabatan ini memiliki kekuasaan dan wewenang yang luas.

Namun pada praktiknya, peran Htin Kyaw jauh lebih bersifat seremonial karena ada Aung San Suu Kyi yang menjabat sebagai pemimpin de facto Myanmar sejak April 2016. Secara terpisah, Ketua Pyidaungsu Hluttaw atau DPR Myanmar U Win Mynt disebut-sebut bakal menjadi presiden menggantikan U Htin Kyaw. Situs berita Myanmar Timesmenyebutkan, U Win Myint, anggota senior NLD telah mengundurkan dari posisinya untuk menggantikan posisi U Htin Kyaw sebagai Presiden Myanmar. (cnn-sep-25)