image

SM/M Noor Efendi - BERCENGKERAMA DENGAN ANAK : Anggota TNI bercengkerama dengan anak-anak Desa Godo, Kecamatan Winong di sela-sela kegiatan pra-TMMD, kemarin. (48)

21 Maret 2018 | Suara Muria

TMMD Tangani Pembukaan Jalan Baru

PATI- Pembukaan akses jalan baru di wilayah terpencil menjadi bagian dari misi program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-101. Mengingat, wilayah sasaran program tersebut merupakan daerah pinggiran, yakni Desa Godo, Kecamatan Winong.

Dandim 0718/Pati Letkol Arm Arief Darmawan menjelaskan, TMMD kali ini digelar di wilayah Koramil 18/Winong. Target utamanya antara lain pembangunan infrastruktur pedesaan, seperti membuka jalan baru menuju Dukuh Selowire.

Dukuh tersebut berada relatif jauh dari pusat Desa Godo. Sejauh ini untuk menuju ke Selowire membutuhkan perjuangan keras lantaran akses jalan yang tidak layak. ”Akses jalan baru itu dibutuhkan warga.

Jadi, dikedepankan bersamaan dengan pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH), jambanisasi, dan pekerjaan sarana fasilitas umum lain,” ujarnya saat mengecek kesiapan pembukaan TMMD ke-101, kemarin.

Dia mengatakan, pengecekan dilakukan untuk memastikan persiapan pembukaan dan pelaksanaan TMMD berjalan tanpa kendala berarti.

Sekaligus memantapkan koordinasi dengan berbagai pihak agar kesiapan pelaksanaan program tersebut lebih optimal. Sementara itu, anggota Koramil Winong telah melaksanakan kegiatan pra-TMMD berupa pembuatan fondasi jalan sepanjang 50 meter dengan lebar 20 sentimeter dan tinggi satu meter di Desa Godo.

Sejalan dengan hal itu, kerja bakti dalam bentuk lain terus dilakukan para prajurit. ”Mulai saat ini kami bersama warga telah mengawali kegiatan dengan serangkaian karya bakti TNI. Semua itu dalam rangka menyongsong pelaksanaan TMMD ke-101,” ujar Dandim.

Tidak sebatas membantu pembenahan infrastruktur, kehadiran TNI di Godo juga sekaligus lebih mendekatkan prajurit kepada masyarakat. Di berbagai kesempatan, anggota TNI menyempatkan diri bersosialisasi dan berbaur dengan warga setempat. Komunikasi intensif dilakukan prajurit melalui berbagai media.

Salah satunya, dengan meminum kopi bersama dengan masyarakat di sela-sela istirahat kerja bakti. Termasuk bercengkerama dengan anak-anak di desa tersebut. Pola komunikasi itu telah lama dijalani tentara, terutama bintara pembina desa (Babinsa).

Komunikasi sosial merupakan media efektif Babinsa dalam menjalin silaturahmi dan keakraban TNI dengan masyarakat. ”Kemanunggalan TNI dengan rakyat harus selalu dijaga melalui berbagai media.

Karena dengan kebersamaan maka kemajuan dan kesejahteraan bangsa lebih mudah ditingkatkan,” tandasnya.(H49-48)