15 Februari 2018 | Semarang Metro

ADO Minta Pelaku Dihukum Berat

  • Pembunuhan Sopir Transportasi Online

SEMARANG- Sidang kasus pembunuhan sopir transportasi online, Deny Setiawan kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Selasa (13/2) lalu. Dalam sidang dengan terdakwa IB (16) warga Lemahgempal, Semarang Selatan dan TA (15) tinggal di Kelurahan Kembangarum, Kecamatan Semarang Barat ini menghadirkan istri korban, Nur Aini sebagai saksi.

Sejumlah sopir tergabung dalam Asosiasi Driver Online (ADO) Jateng hadir memberikan dukungan moral, mereka meminta pelaku pembunuhan dihukum berat. ”Kami ke sini (Pengadilan Negeri Semarang- ) untuk mengawal sidang dan memberikan dukungan kepada istri korban yang diminta menjadi saksi. Kami merasa yakin, majelis hakim yang menangani perkara ini akan bersikap adil dan memberikan hukuman seberat-beratnya kepada kedua pelaku,” jelas Ketua ADO Jateng Agus Setiawan di sela sidang yang digelar tertutup. Sidang yang telah masuk agenda pemeriksaan saksi ini dipimpin hakim PN Semarang, Sigit Hariyanto. Pihaknya mengakui kedua terdakwa itu masih pelajar dan tergolong anak di bawah umur. Namun, perbuatan yang dilakukan keduanya itu tak manusiawi. ”Hukumannya harus setimpal, keluarga korban telah kehilangan tulang punggungnya. Perbuatan para terdakwa ini juga berdampak serius pada psikologis para sopir transportasi online di Jateng, bahkan seluruh Indonesia,” ungkap Agus.

Kasus pembunuhan ini terjadi pada Sabtu (20/1) malam, korban mengalami luka berat di bagian lehernya. Kedua terdakwa usai membunuh itu lalu membuang mayat Deny di Jl Cendana Selatan, Kelurahan Sambiroto, Kecamatan Tembalang.

Adapun, mobil Nissan Grand Livina warna hitam milik korban, dicuri pelaku. Terdakwa dalam perkara ini didakwa penuntut umum dari Kejari Semarang Harwanti dengan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan serta pasal 365 ayat 4 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Persidangan perkara ini, Rabu (14/2) juga digelar di PN Semarang, masih beragendakan pemeriksaan saksi-saksi.(J17- 22)

Berita Lainnya