15 Februari 2018 | Semarang Metro

Pedagang Pasar Simongan Berswadaya Pasang Penyekat

SEMARANG BARAT- Para pedagang Pasar Simongan melakukan persiapan dengan memasang papan penyekat dan pelindung atap los mereka, kemarin. Selain itu, meja dan barang dagangan juga belum ditata. Pasar yang terletak di belakang objek wisata Sam Poo Kong itu, terdiri atas 20 kios di luar bangunan dan 166 los. Ratinah (63), pedagang sayur Pasar Simongan, mengatakan, ia mendapatkan nomor undian 69, merupakan los khusus pedagang sayuran. ”Bagian atapnya banyak menggunakan bahan fiber, sehingga suhu di dalam pasar panas. Kalau seperti ini sayuran saya bisa cepat layu. Karena itu, saya buat sendiri penutup atap lapak dengan triplek. Biaya semua pindahan dan sewa jasa tukang untuk pasang triplek, menghabiskan sekitar Rp 8 juta,” ungkap Ratinah.

Penjual kerupuk, Sri Tulestari (50) mengaku terkejut saat mengetahui konsep Pasar Simongan baru, dibuat seperti los pedagang ikan. Los dengan sekat selebar itu dinilai kurang cocok bagi pedagang sayur dan sembako. Jika sebelumnya pintu utama pasar menghadap ke timur, sekarang menghadap utara dan selatan. ”Kemungkinan pemborongnya mengira Pasar Simongan ini hanya untuk pedagang ikan. Padahal di sini ada penjual sayur, daging, sembako, dan pakaian. Namun demikian, penempatan pedagang sudah sesuai zonasi,” ucap Sri Tulestari.

Ia juga mengeluhkan pekerjaan pembangunan proyek Pasar Simongan. Misalnya, aliran listrik baru dipasang belakangan, dan itu merupakan swadaya pedagang dan bantuan dari Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Semarang. ”Aliran listrik baru dipasang pada Rabu (14/2). Sementara aliran air belum ada. Kemungkinan nanti kami harus ambil air di saluran PDAM di depan pasar atau ambil dari luar,” kata dia.

Syukuran

Sunardi, Kepala UPTD Karangayu mengungkapkan, rencananya pada Kamis (15/2) ini, para pedagang di Pasar Simongan akan menempati lapak-lapak mereka. Pihaknya diberitahu jika proses pindahan akan diikuti dengan kegiatan syukuran, antara pedagang, UPTD Karangayu, dan Disdag Kota Semarang.

UPTD Karangayu selama ini membawahi sembilan pasar yaitu Pasar Simongan, Jrakah, Mangkang, Gunungpati, Mijen, Manyaran, Purwoyoso, Ngaliyan, dan Karangayu. ”Los belum memiliki pintu masuk, tapi telah dibuatkan. Sementara pedagang juga mengusulkan agar diberi pintu pada jalan di tengah-tengah los. Kalau tidak, pedagang yang di tengah akan kesulitan bila hendak keluar masuk los mereka,” ujar dia.

Ditambahkan, pemborong terkena penalti akibat tidak sanggup memenuhi tenggat waktu penyelesaian proyek pembangunan pasar. Imbasnya, penyangga dan kabel instalasi listrik ditarik kembali oleh distributor. ”Untuk saat ini sumber air bisa mengambil dari sumur dan air PDAM di sekitar pasar.

Adapun drainase sudah siap untuk digunakan. Hanya, akibat ditinggal pemborong maka kami cari solusi bersama pedagang. Setelah beberapa kali pendekatan, mereka akhirnya bersedia membenahi kekurangan yang ada secara swadaya,” papar Sunardi.(ary-57)

Berita Lainnya