15 Februari 2018 | Fokus Jateng

Mengenang Abah Syeikh, Menghargai Keragaman

  • Haul V Ditandai dengan Arak-arakan

SEMARANG- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan banyak pelajaran yang dapat dipetik dari mendiang Abah Syeikh. Salah satunya tentang penghargaan pada keberagaman.

“Saya ketahui, almarhum sangat menghargai dan menghormati keragaman, perbedaan. Itu yang saya tangkap pada diri beliau,” kata Lukman saat hadir pada Haul V Abah Syeih, barubaru ini. Kemampuan dan kemauan dalam menghargai keragaman orang lain itu, tambahnya, menjadi landasan Abah Syeikh dalam berinteraksi serta melayani dan mengayomi umat dalam perjalanan hidupnya.

Dikatakana, mendiang adalah orang yang betul-betul menangkap salah satu esensi Alquran yakni berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan. “Saya melihat almarhum memiliki kemampuan dan kemauan bagaimana mengamalkan ayatayat Alquran dalam menyikapi keragaman itu,” katanya. Acara kemarin ditandai dengan pergantian kelambu atau luwur di makam.

Sebelumnya digelar arak-arakan dari kediaman almarhum menuju ke makam di area Pondok Pesantren As Zuhri, Ketileng yang berjarak sekitar 2 km. Ribuan jemaah dari berbagai kota hadir pada acara tersebut. Prie GS yang menjadi narator mengatakan, Abah Syeikh meninggalkan keluarga yang mampu menjaga hal-hal baik, bahkan mengembangkan kaidah hingga saat ini.

“Acara haul adalah tradisi yang baik dan ini tetap kita jaga karena banyak hal yang bisa kita dapatkan, setidaknya kita dapat belajar dari almarhum, orang yang kita peringati,” ucapnya. Ketua panitia, Hari Supangat mengatakan, acara ini untuk mengenang kembali sekaligus meneladani perjalanan Abah Syeikh dalam berdakwah dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Pandangan almarhum adalah yang moderat, lurus, dan tak bertentangan dengan Alquran.

Abah Syeikh dapat menerima keberagaman masyarakat. Pihaknya juga mengajak masyarakat untuk menebarkan Islam yang sejuk dan damai serta mencintai ulamanya. Pasalnya, dengan kondisi damai maka akan merasa aman dalam menjalankan ibadah, sementara dengan mencintai ulama maka berarti menjaga dunia.(H35-54)

Berita Lainnya