image

SM/Alman ED - Letkol Arm Arief Darmawan

14 Februari 2018 | Suara Muria

Kodim 0718 Pati Beli Hasil Panen Petani

  • Antisipasi Harga Jual Padi Turun

PATI- Kodim 0718 Pati melalui para bintara pembina desa (Babinsa) Koramil di wilayah kerjanya, siap membeli padi hasil panen para petani. Hal itu harus dilkukan untuk menghindari, agar saat musim panen para petani kesulitan menjual hasil panen, karena harga jualnya merosot.

Apalagi, cuaca yang tidak mendukung karena musim penghujan tengah berlangsung, akan dimanfaatkan tengkulak untuk bisa membeli produksi panenan padi para petani. Akan tetapi, harga yang ditawarkan biasanya terlalu murah karena petani terpaksa menjualnya untuk bisa memenuhi kebutuhan.

Jika para tengkulak itu berasal dari Pati, kata Dandim 0718 Pati, Letkol Arm Arief Darmawan, pihaknya masih memahami. Akan tetapi saat musim panenan padi seperti sekarang, para tengkulak datang dari Jawa Barat maupun Jawa Timur dengan mematok harga pembelian serendah-rendahnya.

”Berdasarkan pertimbangan itu, TNI harus turun tangan, agar nasib para petani di Pati tidak terpuruk, dan mempunyai posisi tawar maksimal. Sebab, dalam melakukan pembelian padi para Babinsa meskipun harus mengajukan penawaran, tapi dengan harga yang tidak merugikan,” katanya, kemarin.

Sebab, untuk membeli gabah hasil kering panen (GKP) variatif, rata-rata berkisar antara Rp 4.200 sampai Rp 4.400 per kilogramnya. ”Tergantung kualitas hasil panenan, sehingga harga yang paling rendah sebesar itu kami berlakukan untuk panenan padi yang sempat tergenang air saat masih di areal persawahan,” jelasnya.

Kredit Rp 2,9 Miliar

Menjawab pertanyaan sumber dana untuk membeli padi hasil panen petani, Arief Darmawan menjelaskan, pihaknya mendapat pinjaman kredit dari salah satu lembaga perbankan sebesar Rp 2,9 miliar dengan besaran bunga 0,3 persen. Alokasi pinjaman sebesar itu diperkirakan bisa mampu untuk membeli 633 ton setara beras.

Permasalahannya, ketika musim hujan seperti sekarang, pembelian padi dari petani dalam bentuk gabah tentu harus dilanjutkan dengan proses pengeringan. Dengan demikian, ketersediaan lantai jemur pihaknya harus bekerja sama dengan para pemilik usaha penggilingan padi, sehingga setelah gabah yang sudah kering dijemur langsung bisa digiling menjadi beras.

Untuk proses lebih lanjut, beras akan dikirim ke pihak Bulog Sub-Divre Pati, sehingga dari hasil penjualan beras tersebut digunakan untuk membayar pinjaman kreditnya. Melalui upaya itu, menurutnya harga jual panenan padi petani tidak terpuruk, karena pengembalian kredit ke pihak bank juga tidak terikat batas waktunya.

Terpisah, Wakil Kepala Bulog Sub-Divre Pati, Rindo Saputra mengucapkan terima kasih kepada TNI, karena pihaknya terbantu menyerap stok pangan nasional. ”Berapa pun kami terima sepanjang memenuhi persyaratan kualitas yang ditentukan berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres),” ujarnya.(ad-75)

Berita Lainnya