14 Februari 2018 | Suara Kedu

FKUB Gotong Royong Bersihkan Gereja

SLEMAN- Paska insiden penyerangan jemaat misa di Gereja Santa Lidwina, Bedog, Trihanggo, Gamping, Sleman baru-baru ini, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sleman mengadakan kerja bakti di lingkungan gereja, Selasa (13/2).

Kegiatan diawali apel yang dipimpin oleh Bupati. Anggota FKUB yang terjun dalam gotong-royong ini terdiri atas unsur tokoh dan ormas lintas agama diantaranya Pemuda Muhammadiyah, NU, Aisyiyah, dan MUI.

Keseluruhan ada sekitar 120 orang terlibat termasuk umat gereja, dan warga sekitar. Ketua Gereja St Lidwina, Sukatno berharap gotong royong bersih-bersih ini dapat memberikan dukungan moral kepada umat pasca insiden berdarah yang terjadi pada Minggu (11/2) lalu.

“Kami membuka tangan terhadap ormas maupun warga yang ingin membantu. Semoga kita bisa bersama-sama mengurangi rasa trauma. Dengan adanya kebersamaan ini, umat akan merasa nyaman dan menunjukkan bahwa kami tidak†sendiri,’’katanya.

Bupati Sleman Sri Purnomo menegaskan, pemerintah daerah dan warga Sleman secara tegas menolak aksi radikalisme. “Sebagaimana keterangan Kapolda DIY, pelaku penyerangan bukan warga Sleman. Pemkab bersama masyarakat menolak dan mengutuk segala bentuk tindakan radikalisme,” ujarnya.

Melalui kegiatan bersama FKUB ini, pihaknya ingin memperlihatkan kepada masyarakat Indonesia bahwa Sleman itu sebenarnya damai dan tertib.Lebih lanjut Sri Purnomo mengingatkan kepada warga agar merapatkan barisan, dan cerdas dalam memilah informasi atau berita sehingga tidak terprovokasi maupun berspekulasi dengan kejadian tersebut. ‘’Mari kita merapatkan barisan agar tidak mudah terpancing isu isu dapat memperkeruh suasana,’’ tambahnya. (J1-45)

Berita Lainnya