14 Februari 2018 | Olahraga

Indonesia-Tiongkok Latihan Bersama

  • Panjat Tebing Asian Games

YOGYAKARTA-Timnas Panjat Tebing Indonesia terus menempa diri sebagai persiapan turun di Asian Games 2018. Salah satunya dengan melakukan latihan bareng bersama atlet-atlet panjat tebing Timnas Tiongkok.

”Kami memang ada agenda latihan bersama atlet Tiongkok,” kata pelatih pelatnas panjat tebing, Hendra Basir, kemarin.

Hendra mengatakan latihan bersama tersebut diinisiasi Timnas Tiongkok dalam rangka uji coba sekaligus pengenalan cuaca di Indonesia sebelum Asian Games bergulir, Agustus mendatang. Rencananya Timnas Panjat Tebing Tiongkok akan tiba di Yogyakarta pekan ini. ”Mereka dijadwalkan akan tiba tanggal 18 nanti. Besoknya mulai latihan bersama. Setelah itu akan disiapkan latihan bersama sebanyak tiga kali,” jelas dia.

Menurutnya, porsi latihan bersama memang hanya diberikan sebanyak tiga kali lantaran pelatnas sudah memiliki agenda tersendiri yang tidak bisa dialihkan. Rencananya latihan bersama akan diperbanyak dengan simulasi pertandingan untuk semua nomor yakni speed, lead, maupun boulder. ”Sebenarnya Timnas Tiongkok ingin latihan bersama selama sepekan penuh. Tapi karena pelatnas sudah berjalan dan ada program yang sudah disusun, latihan bersama kami batasi waktunya,” paparnya.

Penguatan Fisik

Selain adanya program khusus yang harus dijalankan, ungkap dia, Tiongkok juga merupakan tim yang dinilai sebagai pesaing Indonesia di ajang Asian Games. Terutama di nomor speed bersama dengan Jepang, Korsel, Iran, dan Kazakstan. ”Tentu kami batasi diri, bagaimanapun mereka alan jadi lawan kami di Asian Games nanti. Tapi di sisi lain, latihan bersama ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan mental atlet panjat tebing Indonesia, sehingga mereka tidak grogi lagi jika bertemu lawan yang kuat seperti Tiongkok,” ucapnya.

Lebih lanjut Hendra menjelaskan, saat ini tim pelatih masih berfokus pada penguatan fisik atlet, khususnya penambahan massa otot atlet sekaligus stamina. Di dalamnya juga diselipkan materi penajaman teknik dasar. ”Selain itu progres setiap atlet juga terus kami sampaikan di kelas sekaligus untuk evaluasi. Sedangkan untuk persiapan kompetisi akan dimulai April nanti dengan diisi banyak simulasi pertandingan,” imbuhnya.

Secara umum, pelatnas yang digelar di Yogyakarta merupakan kelanjutan pelatihan yang digelar FPTI di Rusia beberapa waktu lalu. Hendra menambahkan pelatnas kali ini tidak berfokus pada gelaran Asian Games saja, namun juga mempersiapkan seleksi Olimpiade 2020 di Jepang nanti yang merupakan target jangka panjang. ”Karena itu di pelatnas juga melibatkan atlet-atlet muda yang baru dipanggil. Mereka terus dimatangkan untuk nomor kombinasi,” tegasnya.(K15-64)

Berita Lainnya