14 Februari 2018 | Solo Metro

Kapolres Dipraperadilankan Anggota FPI

KLATEN- Anggota Front Pembela Islam (FPI), Sudarno alias Sulis dan tiga rekannya mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Klaten, Selasa (13/2).

Kapolres AKBP Juli Agung Pramono diajukan sebagai termohon, setelah menahan keempatnya sebabai buntut aksi sweeping. Ketua Badan Hukum Front (BHF), kuasa hukum keempat tersangka, Afiq Anshori Camim mengatakan, gugatan sudah didaftarkan ke Pengadilan Negeri Klaten. ”Kami mengajukan praperadilan sebagai upaya hukum lain,” jelasnya, Selasa (13/2) usai mendaftarkan permohonan ke PN.

Menurut Afiq, sebelum mengajukan gugatan, kliennya sudah mengupayakan penangguhan penahanan dengan alasan yang cukup. Namun Kapolres tidak mengabulkan, dan empat tersangka tetap ditahan di Mapolda Jateng. Kliennya kemudian mengajukan praperadilan, karena penahanan yang dilakukan penyidik belum memenuhi bukti kuat. Kliennya ditetapkan sebagai tersangka, ditangkap, dan ditahan secara serampangan.

Dikatakan, kliennya ditersangkakan lebih dulu, baru ditangkap dan ditahan, kemudian baru dicarikan bukti. Padahal kliennya dijerat karena menjalankan haknya melaporkan dugaan tindak pidana sehubungan penggunaan fasilitas hotel oleh pasangan yang tidak terikat perkawinan.

Memenuhi Unsur

Untuk mendukung gugatan, tim pengacara sudah mengumpulkan keterangan dan alat bukti. Tim, lanjut Afiq, berharap hakim mengabulkan semua permohonan kliennya. Sebagaimana diberitakan, Polres Klaten menangkap dan menahan Sudarno Cs, karena melakukan aksi sweeping di hotel dengan ancaman kekerasan (SM/4/2).

Kapolres AKBPJuli Agung Pramono menjelaskan, empat orang itu ditetapkan sebagai tersangka, setelah memenuhi unsur pelanggaran Pasal 335 KUHP ayat 1 dan Pasal 82 UU Ormas. Aksi sweeping dilakukan keempat tersangka pada 22 Desember 2017. Sebelumnya pada 21 Desember 2017 Polres telah menggelar rapat koordinasi lintas sektoral yang dihadiri semua elemen, baik jajaran Polres, Pemkab, Satpol PP dan perwakilan ormas. Salah satu ormas yang ikut adalah FPI.

Dalam rakor disepakati semua elemen bersama mewujudkan Klaten kondusif. Apabila ada temuan dan informasi penyakit masyarakat agar secepatnya diinformasikan ke kepolisian. Ormas diimbau tidak bertindak sendiri atau berkelompok. Namun para tersangka melakukan razia ke hotel di Kecamatan Prambanan.

Selama proses hukum, ke empatnya diperlakukan layak. Kesehatan mereka diperiksa, sebelum dan sesudah dipindah ke Polda. Pemindahan ke Polda dilakukan karena saat penetapan tersangka ruang tahanan penuh.(H34-37)

Berita Lainnya