14 Februari 2018 | Hukum

Video Provokasi Sudutkan PDIP Beredar

  • Dua Orang Diperiksa

SEMARANG- Video dengan konten provokasi beredar di Kabupaten Banjarnegara menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2018 di Jawa Tengah. Video yang diberi judul ”PDIPdan Komunis Siap Membantai Umat Islam” itu beredar setelah salah satu akun Facebook mengunggah hingga kemudian diunduh oleh pengguna media sosial lain dan disebar via Whatsapp.

Video yang menyudutkan partainya itu sudah resmi dilaporkan ke Polres Banjarnegara. ”Ada akun Facebook yang membuat informasi (dalam bentuk video-red) yang mendiskriditkan salah satu Parpol (PDIP-red).

Itu sudah laporkan ke Polres Banjarnegara,” ungkap Kapolda Jateng Irjen Condro Kirono setelah menghadiri deklarasi Pilkada damai di Vina House, Jalan Diponegoro 29, Gajahmungkur, Selasa (13/2) siang. Saat ini, lanjut dia, penyidik yang menerima laporan tersebut sudah bergerak untuk melakukan penelusuran.

UU ITE

”Pelapor (pihak PDIP-red) sudah kami mintai keterangan. Saya juga memerintahkan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng untuk asistensi (membantu tugas-red) terkait laporan tersebut,” ujarnya. Condro membeberkan, penyebaran video dengan konten provakasi tersebut masuk dalam pelanggaran UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). ”Itu melanggar undangundang Informasi dan Transaksi Elektronik,” jelasnya. Pihaknya mengimbau kalau masyarakat menemukan indikasi kampanye hitam atau video provokasi langsung melapor ke pihaknya.

”Kalau menemukan ada konten yang berpotensi memicu konflik langsung laporkan saja,” jelasnya. Sementara itu Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng Kombes Lukas Akbar Abriari menambahkan, dua orang sudah diperiksa terkait laporan tersebut salah satunya pengunggah video provakasi itu. ”Pihak yang dirugikan jelas PDIP. Video beredar di beberapa grup Whatsapp warga di Banjarnegara. Isi video tentang kegiatan partai Politik di mana di dalam video terdapat lambang organisasi terlarang,” ungkapnya.

Dalam kasus ini, lanjut dia, yang dilaporkan bukan partai politik lain tapi perseorangan. ”Itu yang mengunggah perorangan, bukan partai politik. Perorangan itu juga sepertinya dia warga biasa tidak berafiliasi dengan partai tertentu. Kalau pembuat video, masih kami selidiki,” ungkapnya. Lukas membeberkan, kasus belum masuk dalam kategori kampanye hitam, namun pencemaran nama baik.(K44-50)

Berita Lainnya