14 Februari 2018 | Hukum

Setia Budi Didakwa Suap Auditor BPK

JAKARTA- Tim Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi mendakwa Setia Budi menyuap atau memberi gratifikasi berupa fasilitas hiburan malam kepada auditor BPK Sigit Yugiharto dan tim. Mantan General Manager PT Jasa Marga Cabang Purbaleunyi itu menghabiskan Rp 114 juta untuk membayar hotel dan tiga tagihan karaoke tim BPK. Fasilitas pertama, disebut jaksa berupa penginapan di Hotel Santika Bandung selama tiga hari.

Untuk memberi fasilitas itu, pihak PT Jasa Marga Purbaleunyi mengeluarkan Rp 7 juta. ”Benar pada 8 Mei 2017 sampai 10 Mei 2017 tim BPK memeriksa PT Jasa Marga Cabang Purbaleunyi. Tim BPK menerima fasilitas menginap tiga hari di Hotel Santika Bandung yang seluruhnya Rp 7.090.000 dari PT Jasa Marga,” kata jaksa saat membacakan surat tuntutan untuk Setia Budi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (13/2).

Jaksa juga menegaskan, tim BPK mendapat fasilitas hiburan berupa karaoke di Havana Spa dan Karaoke Bandung. Saat itu biaya yang dikeluarkan mencapai Rp 41 juta. ”Rp 41.721.200 dibayarkan oleh Janudin dari PT Gienda Putra yang merupakan subcon pelaksana beberapa proyek PTJasa Marga Cabang Purbaleunyi,” tegas jaksa. Karaoke berikut disebut jaksa diberikan pada 3 Agustus 2017 di Karaoke Las Vegas Plaza Semanggi.

Rp 32 Juta

”Pemberian fasilitas hiburan malam di karaoke Las Vegas Plaza Semanggi yang diberikan oleh terdakwa atau atas sepengetahuan terdakwa kepada Sigit Yugoharto dan tim BPK pada 3 Agustus 2017 menghabiskan Rp 32.156.- 000,” ujar jaksa. Selanjutnya, jaksa menyebut Sigit dan tim BPK kembali mendapat fasilitas hiburan malam pada 11 Agustus 2017 di lokasi sama. Kali ini, biaya yang dihabiskan Rp 34 juta.

”Pemberian fasilitas hiburan malam di karaoke Las Vegas Plaza Semanggi yang berlangsung pada 11 Agustus 2017 menghabiskan Rp 34 juta yang dibayarkan langsung oleh terdakwa Rp 20 juta dan sisanya Rp 14 juta oleh Sucandra Hutabarat (Deputi GM Mainenance dan Service PT Jasa Marga Cabang CTC),” ujar jaksa. Fasilitas hiburan malam itu disebut jaksa terkait dengan pemeriksaan dengan tujuan tertentu (PDTT) atas pengelolaan pendapatan usaha, pengendalian biaya dan kegiatan investasi di PT Jasa Marga.

Selain memberi fasilitas, jaksa juga menyebut Setia Budi memberikan satu Harley Davidson kepada Sigit. Atas perbuatannya itu Setia Budi dituntut 2 tahun penjara dan denda Rp 100 juta. Dia dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf b UU No 31 Tahun 1999 tentang Tipikor sebagaimana diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU No 31 tahun 1999 tentang Tipikor juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.(D3-50)

Berita Lainnya