14 Februari 2018 | Hukum

Vonis Tinggi untuk Mantan Pejabat Pajak Diapresiasi

JAKARTA- Anggota Komisi III DPR, Ahmad Sahroni mengapresiasi vonis tinggi yang dijatuhkan Pengadilan Tinggi Manado kepada mantan Kepala Bidang Pendaftaran Ekstensifikasi Penilaian Dirjen Pajak kantor Wilayah Sulawesi Utara, Tengah, Gorontalo dan Maluku Utara (Kanwil Suluttenggomalut) Wahyu Nugroho.

Vonis delapan tahun penjara yang dijatuhkan tersebut terkait dengan kasus narkoba, dimana lebih berat dibanding vonis di Pengadilan Negeri Manado. Sahroni mengatakan, hal tersebut membuktikan bahwa aparat pengadilan, khususnya di pengadilan tinggi benar-benar berkomitmen perang terhadap narkoba.

Sekaligus membuktikan ada kejanggalan dari putusan PN Manado. ”Barang bukti lebih dari 30 gram seharusnya sudah menjadi gambaran oknum PNS Ditjen Pajak ini bukan sekadar pemakai yang harus direhabilitasi,” tegas Sahroni. Dia juga mengapresiasi kinerja Kapolda Sulut Irjen Bambang Waskito dan jajaran dalam pemberantasan narkoba, termasuk yang menjerat pegawai pajak tersebut.

Apresiasi juga disampaikan Sahroni terhadap Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Dirjen Pajak yang mau berkomitmen melakukan pemberatasan narkoba di lingkungan Kementerian Keuangan. Sebelumnya Hakim Juru Bicara Pengadilan Negeri (PN) Manado Vincentius Banar, Senin (12/2) menyatakan Wahyu Nugroho divonis delapan tahun. ”Nugroho divonis oleh Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Manado, dengan hukuman pidana 8 tahun penjara dan denda satu miliar rupiah,” jelasnya.

Dia menjelaskan, selain Wahyu, terdakwa Totok Hartono yang terlibat dalam kasus sama juga mendapat ganjaran serupa. ”PT Manado dalam putusannya menyatakan, terdakwa Wahyu Nugroho dan Totok bukan pecandu yang harus direhabilitasi, melainkan sudah bersekongkol bersama menguasai narkotika golongan satu bukan tanaman, melebihi 5 gram,” katanya.

Wahyu Nugroho sebelumnya ditangkap Direktorat Anti Narkoba Polda Sulut 19 Oktober 2017 di tempat parkir basement apartemen Taman Sari Lagon Bahu Mall dengan barang bukti dua paket besar 30,41 gr sabu-sabu. Majelis hakim PN Mando yang diketuai Vincentius Banar saat menangani perkara tersebut hanya memvonis Wahyu dengan hukuman satu tahun penjara dikurangi masa tahanan. Empat hari setelah putusan dibacakan, Jaksa mengajukan banding.(K32-50)

Berita Lainnya