14 Februari 2018 | Edukasia

Riset Kemristekdikti Diharapkan Bermanfaat bagi Masyarakat

JAKARTA- Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) terus berupaya mendukung kegiatan penelitian pada Lembaga Pemerintah Nonkementerian (LPNK) di bawah naungan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti).

Hasil riset Kemristekdikti diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat luas. Salah satu bentuk upaya Ditjen Risbang tersebut adalah memberikan bantuan dana melalui program Insentif Riset Sistem Penelitian Nasional (Insinas). Ada skema yang berbeda dari Program Insinas tahun 2018 dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

”Program Insentif Penelitian Insinas 2018 merupakan perbaikan skema, yang diharapkan dapat mempercepat kemanfaatan hasil riset tersebut untuk masyarakat,” ujar Direktur Jenderal Penguatan Risbang, Muhammad Dimyati dalam Jumpa Pers Peluncuran Skema Flagships Insinas 2018 di Gedung II BPPT, Jakarta, Senin (12/2).

Karena hasil riset ini, lanjut dia, diharapkan dapat memberikan output dengan tingkat kesiapan teknologi yang tinggi, dan melibatkan berbagai disiplin ilmu dan institusi yang saling melengkapi satu dengan yang lainnya. ”Ini merupakan bagian dari mosaic besar, puzzle-puzzle-nya harus berhubungan, tidak hanya multidisiplin tapi juga multiinstitusi,” jelasnya.

Dengan skema baru ini kementerian bersama dengan LPNK menetapkan produk atau implementasi teknologi hasil riset dan pengembangan yang akan dihasilkan dalam periode tiga tahun ke depan.

”Dengan memberi satu target yang jelas yang ingin dicapai dalam satu periode riset dan pengembangan, maka bagi peneliti akan memberi arah yang pasti apa yang ingin dituju, bagi lembaga penelitian juga mendapat kejelasan apa yang akan dihasilkan,” tuturnya Bagi kementerian, tutur dia, memberi kepastian berapa anggaran yang dibutuhkan dan bagi masyarakat akan dapat harapan suatu hasil riset pengembangan yang dapat dilihat, dirasakan dan yang terpenting dapat dimanfaatkan.

Dalam skema baru ini, untuk tema flagship Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) adalah Pangan Fungsional Berbasis Sumbar Daya Lokal, tema flagship Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) adalah Energi Baru Terbarukan Berbasis Bioenergi, tema flagship (Badan Tenaga Nuklir Nasional, Batan) adalah Disain Rinci Reaktor Daya Eksperimental (RDE).

Dimyati berharap dengan penetapan tema flagship seperti ini, agar arah penelitian menjadi lebih jelas dalam tiga tahun. Selain itu, agar pada masa mendatang peneliti tidak hanya rajin memublikasikan dan mematenkan hasil penelitiannya namun juga harus sampai menjadi suatu produk yang berguna bagi masyarakat sebagai proses hilirisasi hasil penelitian.

”Penerima Program Insinas 2018 kali ini merupakan hasil seleksi dari proposal yang masuk pada gelombang pertama yang telah dilakukan pada akhir tahun 2017,” tandasnya. Tentunya pada tahap awal ini belum seluruh puzzle dari flagship yang telah diputuskan terisi semua, beberapa lubang yang masih kosong akan diisi dari penerimaan seleksi proposal gelombang kedua yang akan dimulai dalam bulan Februari.(nya-42)

Berita Lainnya