13 Februari 2018 | Internasional

Pakai Topeng Kim Il-sung, Pamandu Sorak Korut Dituding Lancarkan Propaganda

SEOUL- Pemandu sorak atau cheerleader dari Korea Utara (Korut) pada Olimpiade Musim Dingin di Korea Selatan (Korsel) berhasil mencuri perhatian. Tak hanya karena aksi mereka dalam meneriakkan yel-yel yang memukau banyak orang, namun juga karena tindakan mereka mengenakan topeng pendiri Korut Kim Ilsung. Terdapat 230 perempuan cantik yang tergabung dalam skuad pemandu sorak Korut untuk memberi semangat 23 atlet asal tanah air mereka.

Semuanya tampil dengan pakaian seragam, jaket merah dengan tutup kepala berwarna senada. Mereka tak henti-hentinya memberi semangat kepada tim hoki es dari kedua Korea saat bertanding di arena es Gangneung, Sabtu lalu (10/2). Menurut Sung Baik You, juru bicara panitia Olimpiade Pyeongchang 2018, kepada USAToday, panitia harus mengatur tempat duduk para cheerleader Korut agar bisa berada dalam baris yang sama.

Namun mereka juga memicu kontroversi karena topeng yang mereka kenakan. Sejumlah media lokal melaporkan, topeng yang mereka pakai mirip dengan Kim Il-sung, pemimpin pertama Korut yang merupakan kakek pemimpin Korut saat ini, Kim Jong-un. Kalangan konservatif di Korsel menyebut tindakan ini sebagai upaya Korut menggunakan Olimpiade tersebut sebagai propaganda.

Media Korsel Nocutnews mengatakan, para perempuan yang tergabung dalam tim pemandu sorak merupakan ”pasukan cantik” Korut dan topeng yang mereka kenakan merupakan wajah Kim Ilsung. Namun Kementerian Unifikasi Korsel memilih untuk tidak membesar- besarkan insiden tersebut dengan mengatakan bahwa pria dalam topeng itu merupakan pria yang tampan.

Mereka juga mengatakan gambar itu tidak mirip dengan Kim Il-sung. ”Setelah mengeceknya pada pejabat Korut di lokasi kejadian, telah terkonfirmasi bahwa tidak ada maksud untuk melakukan hal sebagaimana yang diasumsikan dalam sejumlah laporan,'' kata Kementerian Unifikasi Korsel dalam sebuah pernyataan, Sabtu (10/2) malam waktu setempat.

Nonton Konser

Korsel sejak awal berharap hubungan kedua Korea bisa membaik. Itulah mengapa Seoul menyambut gembira niat Pyongyang mengirim delegasi pada Olimpiade Musim Dingin. Selain menggelar pertemuan resmi, Presiden Korsel Moon Jae-in dan adik Kim Jongun, Kim Yo-jong, juga menghadiri sejumlah acara santai bersama. Kemarin keduanya menikmati kimchi dan soju bersama. Tak hanya itu mereka juga terlihat duduk bersama menyaksikan konser musik di Seoul.

Sejumlah foto yang beredar menunjukkan kedua petinggi negara itu bertepuk tangan ketika pagelaran musik oleh Orkestra Samjiyon dari Pyongyang itu dimulai. Pertunjukan musik itu kian semarak ketika Seohyun, bintang K-pop dari girlband Korsel, Girls Generation, tiba-tiba tampil mengejutkan semua penonton. Selama 100 menit, para bintang tamu membawakan sekitar 40 lagu, termasuk lagu hits Korsel dan Korut, juga musik dunia lainnya.

Pentas ini sudah sejak lama dinanti oleh publik. Sejak diumumkan, nyaris 120 ribu orang langsung berebut mendapatkan 1.000 tiket yang tersedia. Mereka tak mau kehilangan kesempatan melihat penampilan musisi Korut karena kontak antar-warga sipil kedua negara Korea sangat dilarang pasca-perjanjian gencatan senjata setelah perang tahun 1950-1953.

Konser ini merupakan bagian dari kesepakatan lintas-batas kedua negara dalam rangka Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang. Selain Orkestra Samjiyon, Pyongyang juga memboyong ratusan atlet, pemandu sorak, dan sejumlah petinggi negara, rombongan Korut paling banyak yang pernah menyambangi Korsel.(bbc,cnnmn- 53)

Berita Lainnya