13 Februari 2018 | Selebrita

“Pentas Musik Jangan Berhenti...”

TAHUN2018 dan 2019 adalah tahun politik, di mana hajataan politik seperti pilkada serentak, pileg, dan pilpres digelar. Namun Trio Lestari yang diawaki tiga penyanyi papan atas yakni Sandhy Sandoro, Glenn Fredly, dan dokter Tompi berseru, meski tahun ini adalah tahun politik, yang namanya pentas musik jangan berhenti. Musik adalah bagian dari hidup manusia, sehingga harus berkreasi.

Selain menyampaikan seruan, ketiga penyanyi itu lebih banyak membanyol dan bertestimoni ketimbang bernyanyi ketika manggung selama 2,5 jam di Ballroom Alila Hotel Solo, baru-baru ini. Banyolan seputar politik, asmara, kuliner, dan kehidupan sosial lain. Dalam kesempatan itu, dokter Tompi mengungkapkan pentingnya kebersamaan dalam menjaga kebinnekaan bangsa, menjaga pluralitas bangsa. Sebab, belakangan ini Tompi merasa mahalnya harga sebuah kebersamaan.

“Sebenarnya itu mudah, wong nenek moyang kita dulu berjuang bersamasama mengusir penjajah tanpa memandang perbedaan. Saya dari Aceh, Sandhy dari Jawa, dan Glenn dari Ambon bisa tetap menjaga kebersamaan dalam Trio Lestasi,” kata Tompi.

Sementara itu Glenn yang pernah rekaman album di studio rekaman Lokananta Solo memuji Presiden Soekarno dan pemerintah RI yang mampu membangun studio rekaman di tahun 1959 atau lima tahun sehabis Proklamasi Kemerdekaan RI. Dengan merekam lagu-lagu daerah yang ada, lagu itu menyebar ke berbagai daerah.

“Misal, lagu dari Ambon bisa didengar masyarakat di Sumatera atau Kalimantan. Begitu sebaliknya, lagulagu daerah dari Sumatera bisa didengar orang Ambon atau Papua, sehingga mampu mempererat persatuan bangsa,” kata dia. Di tengah pentas, Sandhy Sandoro, Glenn Fredly, dan Tompi turun dari panggung dan menghampiri Waldjinah yang pada malam itu nonton konser yang bertajuk Back in Black itu. Mereka bertiga mengobrol dan sempat minta Waldjinah menyanyikan satu bait lagu “Walang Kekek”.

“Suara anak-anak sekarang ini bagusbagus. Mereka berani bergaya dan bersuara. Bagi yang penyanyi keroncong juga lebih ngroncongi ketimbang yang tua,” kata Waldjinah yang mengaku kali pertama rekaman lagu Kembang Kacang di Lokananta tahun 1959.

Terkesan Kuliner Solo

Selain terkesan dengan kuliner di Solo yang enak-enak dan ngangeni, para personel Trio Lestasi juga memuji Kota Solo yang banyak melahirkan pemimpin dan orang-orang top. Termasuk Presiden Joko Widodo (Jokowi). “Pilihan boleh beda, tapi coblosan tetap sama,” kata Tompi berseloroh.

Sebelum membanyol bersama-sama, Trio Lestari menggebrak dengan dua lagu “Zamrud Katulistiwa” dan “Nonton Bioskop”, kemudian disambung lagu “Bengawan Solo” dalam konser yang dimulai pukul 21.30 itu. Sekitar 15 lagu didendangkan dalam konser yang dilihat sekitar 1.000 penonton tersebut. Para penonton seakan terkesima dan tidak beranjak dari tempat duduk ketika para idolanya berdendang ataupun bercerita banyak hal. (Langgeng Widodo-58)

Berita Lainnya