image

SM/Ryan Rachman - BERBAHAYA : Warga melintas di sela material longsor di Jalan Desa Sirau-Kramat, Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga beberapa waktu lalu. (23)

10 Februari 2018 | Spektrum

Kenali Tanda Longsor

LONGSORdan banjir tercatat sebagai bencana yang paling banyak terjadi di Indonesia. Berdasarkan catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dua bencana ini menjadi bencana dengan kejadian tertinggi di 2017. Banjir tercatat mencapai 729 kejadian, tanah longsor 573 kejadian, sementara banjir disertai tanah longsor mencapai 69 kejadian.

Korban jiwa atas bencana longsor jadi kejadian yang paling memakan korban jiwa dengan 109 orang tewas dan hilang. Untuk mengenali tandatanda longsor, Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB menyebut hal itu sulit dilakukan jika longsor yang terjadi adalah longsor tipe cepat.

Sementara untuk longsor tipe perlahan, menurutnya, masih bisa diantisipasi. Sebab, longsor tipe ini bisa dikenali dengan adanya retakan pada bangunan atau beton penahan tanah, ada amblesan, ada tiang listrik atau pohon miring, dan mata air sumur atau di lereng menjadi keruh.

"Itu tanda longsor potensi," tuturnya seprti dikutip CNNIndonesia, Selasa (6/2). Sementara longsor tipe cepat sulit diantisipasi. "Kalau longsor cepat, seperti di Bogor bersaman dengan hujan deras dan malam hari, tidak bisa dikenali," jelasnya.

Lebih Waspada

Menurut Sutopo, hal inilah yang membuat longsor menjadi bencana paling sering memakan korban jiwa. "Sering terjadi longsor kecil, tapi langsung timbun rumah." Dia pun mengimbau kepada warga yang tinggal di dekat lereng agar lebih waspada.

"Masyarakat yang tinggal di lereng harus lebih waspada saat terjadi hujan deras, tapi tak bisa dipastikan (kapan longsor akan terjadi)." Warga yang tinggal di daerah dengan materi tanah aluvial atau tanah lempung (tanah liat) juga diperingatkan punya potensi rawan longsor ketika terjadi hujan.

Pasalnya, air yang menyerap dan tertampung di dalam tanah jadi memiliki tekanan setengah ton per meterpersegi. Dengan demikian, beban tanah yang bisa ditahan oleh bangunan penahan longsor makin besar. Di sisi lain kohesi atau daya lekat lereng berkurang, sehingga rawan longsor.

Untuk mencegah longsor agar tak makan korban jiwa adalah Pemda mengatur tata ruang agar daerah rawan longsor tak ditinggali warga. "Ada jutaan yang tinggal di daerah rawan longsor tinggi. Banyak tersebar di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Peta rawan longsor sudah ada sejak dulu, tapi tidak dijadikan dasar." Untuk itu, Sutopo menyebut agar zona rawan longsor dibatasi untuk permukiman. Apalagi ia menilai kemampuan mitigasi yang masih minim. Salah satu pencegahan lain adalah dengan memperkuat daerah rawan longsor. Misal dengan membuat talud beton di lereng.

Meski demikian, bangunan tidak menjamin 100 persen akan mampu menahan longsor. Sebelumnya, BNPB bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) membangun 72 unit sistem peringatan dini longsor. Sistem peringatan dini longsor ini melibatkan masyarakat setempat.

Bentuk sistem peringatan dini berupa kelompok siaga bencana tingkat desa, pembuatan denah dan jalur evakuasi, hingga komitmen Pemda untuk mencegah longsor. Namun, sistem peringatan dini tersebut masih dirasa kurang. Sebab, sebenarnya dibutuhkan ratusan ribu unit sistem peringatan dini longsor untuk menjaga seluruh daerah rawan longsor.(23)

Berita Lainnya