10 Februari 2018 | Bincang-bincang

Ganjar: PDIP Satu Komando, Tak Bisa Diadu Domba

SEMARANG- Calon gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) solid dan satu komando. Partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri itu tidak bisa dipecah belah dan diadu domba dengan berbagai isu apa pun.

Ganjar menegaskan, dalam pertarungan pilkada, lawan politik akan menggunakan segala cara untuk membuat PDIP lemah. ''Caranya macam-macam, yang langsung ya kampanye hitam, atau cara memutar dengan memecah belah partai dari dalam. Atau memberitakan seolah-olah ada friksi di dalam sehingga membuat kader tidak percaya diri,'' kata Ganjar, Jumat (9/2).

Indikasi adu domba tersebut, menurut dia, terlihat dari pemberitaan akhir-akhir ini. Di antaranya muncul berita yang membenturkan dirinya dengan Ketua DPP PDIP Puan Maharani dan Menkumham Yasonna Laoly yang juga kader PDIP. Pembenturan tersebut dilakukan untuk membuat kader menganggap partai tidak kompak. Dengan demikian, mesin partai tidak akan bergerak selaras dan satu komando. ''Muncul berita, seolah-olah saya menyeret- nyeret nama Mbak Puan waktu saya menjadi saksi sidang E-KTP, Pak Yasonna juga. Padahal saya tidak pernah menyebut nama-nama itu sama sekali. Mungkin besok saya dibenturkan dengan sekjen, bahkan dengan ketua umum. Intinya satu, membuat seolah-olah PDIP tidak solid,'' tegasnya.

Indikasi berita-berita tersebut diembuskan pihak tertentu, menurut Ganjar, sangat kuat. Salah satunya bisa dilihat dari judul dan isi berita yang hampir sama. ''Bahkan kutipan langsung di beritaberita itu sama semua. Tidak mungkin dong media bikin berita sama kalau tidak ada yang mengarahkan,'' jelasnya.

Meski demikian, Ganjar yakin kader PDIP solid sehingga berita-berita yang dinilai akan memecah belah partai tersebut tidak bakal memengaruhi mesin pemenangan PDIPpada Pilgub 2018. ''Saya sudah komunikasi dengan pimpinan partai dan semua sepakat bahwa serangan mulai gencar. Kami tidak boleh lengah dan tidak mudah terombang ambing,'' tegasnya.(G2,ftp-18)

Berita Lainnya