image
04 Februari 2018 | Sehat

Mengatasi Kuku Bermasalah

Siapa tak ingin memiliki kuku yang bersih dan sehat. Tentu Anda sudah sering mendengarnya, jika kuku adalah sarang kuman. Karena kuku yang sehat tentu saja memiliki permukaan yang mulus, tidak kusam atau kekuningan serta tidak mudah patah. Lalu bagaimana bila kuku mengalami masalah?

Ada banyak sekali permasalahan kuku yang bisa kita alami berdasarkan tandatanda atau krikteria tertentu pada permukaannya. Kenali tanda-tandanya bila kuku Anda bermasalah, agar penyakit-penyakit yang mungkin dialami akibat kelainan kuku tersebut bisa dihindari.

Dr Lewie Suryaatmadja SpKK(K) menjelaskan berbagai jenis kelainan kuku yang paling sering dialami. Pertama, Beau’s Lines. Ini merupakan jenis kelainan pada kuku yang bersifat sementara, yang muncul sebagai lekukan atau garis melintang atau vertikal (longitudinal) dari area bawah kutikula. Beau’s lines bisa muncul pada kuku jari tangan ataupun kaki, kadang terlihat ada cekungan lebih dalam yang muncul pada pertumbuhan matrix kuku pada bagian tengah, yang makin lama bergeser ke atas seiring bertumbuhan kuku.

Beberapa jenis penyakit berhubungan dengan kemunculan beau’s lines. Antara lain diabetes yang tidak terkontrol, peripheral vascular disease atau penyakitpenyakit yang memiliki gejala panas tinggi. Kedua, onychomadesis, yang bila dilihat seperti kuku yang agak terlepas. Gangguan yang juga bersifat sementara ini berbentuk lekukan horizontal atau dari arah pangkal (proximal). Beberapa penyebab onychomadesis adalah trauma, onychotillomania, penyakit kulit, paronychia, gangguan sistemik, dan virus.

Trauma bisa terjadi akibat penggunaan alatalat manikur atau pedikur. Kemudian onychotillomania merupakan kebiasaan yang suka menggigit kuku atau kebiasaan mencuil kuku. Penyakit eksim, cantengan atau kuku yang masuk (menusuk) ke dalam kulit sehingga menjadi bengkak, juga bisa menyebabkan onychotillomania.

“Meskipun sangat jarang, gangguan sistemik seperti memakai obat-obatan tertentu dan juga virus campak, diare, penyakit Hand- Mouth-and-Foot disease atau flu Singapura, juga bisa menyebabkan onychotillomania. Ini karena adanya gangguan aliran darah ke kulit dan kuku,” jelas Lewie. Ketiga, nail pitting atau kelainan yang tampak seperti cekungan-cekungan kecil sebesar tusukan jarum.

Kelainan ini disebabkan penyakit psoriasis dan atopic dermatitis; inflamasi pada kulit, yang tampak sebagai ruam merah, dan terasa gatal. Keempat, melanonychia atau kelainan warna pada kuku.

Permukaan kuku akan tampak kehitaman atau cokelat, serta terlihat ada seperti pita atau garis-garis yang melintang (longitudinal). Hal tersebut terjadi karena timbunan melanin, yang bisa saja terjadi pada seluruh bagian tubuh. Kelima, longitudinal erythronychia(LE). Ini merupakan kelainan yang terlihat sebagai garis longitudinal panjang yang berwarna keunguan atau kemerahan.

LE biasanya tidak berkaitan dengan kondisi kulit, penyakit sistemik ataupun tumor. Keenam, onycholysis atau lepasnya lempengan kuku dari kulit dan menyebabkan rasa sakit. Kelainan ini disebabkan trauma, peradangan, infeksi, tumor jinak ataupun ganas. Ketujuh, paronychia atau masyarakat umum lebih mengenalnya dengan istilah cantengan.

Ini merupakan jenis kelainan pada kuku yang paling sering dialami. Hal ini bisa terjadi karena memotong kuku terlalu pendek, sehingga bagian pinggir kuku menusuk ke dalam kulit, menyebabkan rasa nyeri dan memerah. Bagian kulit yang tertusuk tersebut mudah dimasuki kuman, sehingga menjadi bengkak dan kadang berisi nanah. “Paronychia biasanya terjadi pada kuku kaki, akibat memakai sepatu terlalu sempit,” papar Lewie.

Penyebab Lain

Berikutnya kedelapan, nail pigmentation. Kelainan yang berbentuk proximal ini sering dialami wanita dan orang yang bekerja terkena paparan bahan kimia. Warna kuku akan menguning atau kehitaman. Pada wanita, nail pigmentation muncul akibat paparan kosmetik, yakni sering mengenakan cat kuku. Bisa juga muncul akibat paparan bahan kimia seperti pembersih lantai atau cairan pembersih lain.

Terakhir, jamur. Ini juga salah satu jenis permasalahan kuku yang paling sering terjadi. Jamur kuku atau onychomycosis menyebabkan bentuk kuku jadi menebal, rapuh, gembur atau mudah patah, kasar, dan tidak rata. Onychomycosis biasanya terjadi pada kuku kaki karena kondisi yang lembab dan mudah muncul pada orang yang daya tahan tubuhnya sedang rendah.

Kondisi lembab tersebut antara lain karena pemakaian sepatu yang lembab, atau tidak segera mengganti sepatu dan kaus kaki sehabis berolahraga. Jamur kaki sering terjadi pada usia di atas 60 tahun (sekitar 40%) dan 15% bisa terjadi pada segala usia. Dan 85% penyebabnya berasal dari jamur golongan dermatophyte, sisanya jamur non-dermatophyte.

Selain sembilan jenis kelainan kuku tersebut, masih ada beberapa lagi kelainan kuku yang disebabkan tumor ataupun kanker, namun sangat jarang terjadi. Untuk menghindari masalah pada kuku, sebaiknya memotong kuku secara hati-hati menggunakan pemotong kuku yang bersih dan jangan memotongnya terlalu pendek.

Gunakan kikir kuku supaya bagian pinggir kuku tidak tajam. Khusus untuk kuku kaki, hindari memakai sepatu terlalu sempit atau lembab. Anda bisa mengenakan pelembab kulit pada kaki supaya kaki terhindar dari jamur. Dan bila Anda menemui tanda-tanda kelainan pada kuku seperti yang telah disebutkan, segera temui dokter (Irma Mutiara Manggia-58)

Berita Lainnya