image

SM/Dini Failasufa : MELATIH GERAKAN : Pelatih muay thai, Gunawan Wijaya melatih gerakan dasar di Gym Hornet.(58)

28 Januari 2018 | Sehat

Muay Thai, Tak Sekadar Bela Diri

MUAY THAImerupakan seni bela diri keras dari Kerajaan Thai (Thailand). Olahraga ini mirip dengan gaya seni bela diri lain, seperti pradal serey dari Kamboja, tomoi dari Malaysia, lethwei dari Myanmar, dan muay lao dari Laos. Sekilah muay thai dan kickboxing memiliki teknik pertarungan yang hampir sama.

Sejak satu dekade yang lalu, olahraga bela diri ini mulai masuk Indonesia. Di beberapa kota besar di Indonesia, olahraga tersebut mulai digandrungi. Seperti di Batam, Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, hingga di Kota Semarang.

Seperti halnya karate, taekwondo, silat, dan tinju, seni bela diri ini mulai digunakan para petarung saat tampil di kejuaraan tarung bebas. Hampir semua teknik dalam muay thai menggunakan gerakan seluruh tubuh, memutar pinggul dengan setiap tendangan, pukulan, siku, dan tangkisan.

Henky Budi Sucipto (38) yang dalam lima tahun terakhir menekuni muay thai menuturkan, sebenarnya olahraga ini tidak sekadar seni bertarung. Namun, banyak manfaat yang bisa diambil dari berolahraga muay thai, antara lain untuk kesehatan dan juga menurunkan berat badan. Awalnya, muay thai memang dikenal sebagai olahraganya kaum pria, karena lebih banyak menggunakan fisik. Namun sekarang, olahraga tersebut juga banyak digandrungi para wanita dan anak-anak.

Mereka menjadikan olahraga ini sebagai hobi atau untuk menjadi alat untuk melindungi diri. ”Beberapa orang sudah menjadikan olahraga ini sebagai gaya hidup atau lifestyle, karena bermanfaat untuk kesehatan. Selain itu, membuat seluruh bagian tubuh ikut bergerak, jadi dapat membakar kalori lebih cepat. Inilah alasan kaum hawa tertarik untuk berlatih olahraga ini,” ujar Henky, yang membuka tempat berlatih muay thai Hornet Self Defense Academy, dengan kelas umum, kelas anak-anak, wanita, dan kelas menurunkan berat badan.

Baik untuk Anak

Gunawan Wijaya, salah satu pelatih muay thai Jateng mengungkapkan, saat ini anak-anak tidak bisa lepas dari gawai. Hal tersebut membuat saraf motoriknya kurang terlatih. Imbasnya, nafsu makan berkurang dan waktu istirahat yang tidak teratur.

Menurutnya, anak-anak dituntut untuk menggerakkan seluruh badan. Dengan begitu, saraf motoriknya akan terlatih, sehingga perkembangan akan menjadi lebih baik. ”Kecenderungan anak-anak sekarang suka bermain gawai. Hal ini tentu menjadi keprihatinan para orang tua.

Olahraga ini baik untuk anakanak, karena bisa mengalihkan tangannya dari gawai. Jadi muay thai memang tidak sekadar untuk bela diri, tetapi banyak manfaat yang bisa didapat.” Untuk berolagraga muay thai, kata Gunawan, diperlukan latihan dasar hingga teknik bertarung terlebih dulu yang dilakukan secara bertahap. Tak kalah penting adalah perlengkapan untuk perlindungan tubuh. ”Semua olahraga pasti ada risiko cedera. Karena itu, diperlukan kelengkapan keselamatan, seperti pelindung kaki, tangan, dan kepala. Dan yang terpenting adalah dilatih oleh pelatih berpengalaman, sehingga bisa terhindar dari risiko cedera,” tuturnya.(Hendra Setiawan, Dini Failasufa-58)

Berita Lainnya