image

SM/dok - TAMBAH ILMU : Aku bersama keluarga foto di depan gedung Puspa Iptek Sundial Padalarang. (58)

21 Januari 2018 | Yunior

PENGALAMANKU

Berkunjung ke Puspa Iptek Sundial

Pada liburan semesteran lalu (23/12/2017), aku bersama saudarasaudara sepupuku berlibur ke rumah Pakde di Cimahi, Bandung. Rasanya senang sekali bisa pergi bersama-sama dengan keluarga besar. Setelah istirahat sehari, kami pergi ke Puspa Iptek Sundial terletak di Kota Baru Padalarang.

Kata ibuku, Puspa Iptek itu kepanjangan dari Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Sundial itu artinya jam matahari. Jadi Puspa Iptek itu semacam wahana pendidikan begitu. Wah, aku penasaran banget ingin segera lihat ada apa di sana. Jarak Puspa Iptek di Padalarang dari Cimahi tidak begitu jauh.

Melewati jalan tol, beberapa saat kemudian sudah sampai di lokasi yang dituju. Aku bertambah penasaran melihat bangunan yang berbentuk unik yang berada di tengah-tengah halaman luas yang lantainya bergaris-garis.

Gedung Puspa Iptek dan halamannya yang luas itu sebuah kawasan yang berbentuk lingkaran dikelilingi jalan raya. Seperti bundaran Tugu Muda Semarang itu lho. Kalau mau ke gedung Puspa Iptek harus menyeberang jalan raya dulu.

Di atas pintu masuk gedung Puspa Iptek ada garis-garis dan angka-angka berwarna kuning. Lalu aku bertanya pada ibuku, itu apa. Ternyata itu jam matahari yang berbentuk vertikal atau memanjang. Aku terheranheran, kok ada jam matahari sebesar itu.

Setahuku jam itu ya jam tangan atau jam dinding. Begitu masuk ke dalam gedung, aku langsung mencoba alat-alat peragaan ilmu pengetahuan. Sebenarnya aku kurang begitu paham alat-alat peraga itu untuk apa.

Kemudian aku membaca petunjuk yang dipasang di samping alat tersebut. Kakak sepupuku, Mbak Nia, Mbak Ira, dan Mbak Rizka juga menjelaskan alat-alat itu. Bahwa peralatan tersebut alat peraga ilmu pengetahuan ilmiah.

Seperti alat peraga bangosong untuk mempelajari ilmu fisika mengenai bunyi. Begitu penjelasan kakak-kakak sepupuku. Setelah mencoba alat-alat peraga aku pun jadi paham. Banyak sekali alat peraga yang berada di dalam Puspa Iptek.

Ada alat yang menunjukkan bagaimana terjadinya gelombang tsunami. Yang paling kuingat itu kursi paku. Kalau satu paku diduduki pasti sakit, nah ini banyak paku yang ditancapkan berjejer-jejer dengan tinggi yang rata bisa untuk duduk.

Tidak sakit malah jadi geli. Ada juga baskom air mancur. Kalau pinggiran baskom yang berisi air itu digosok dengan cepat, akan muncul air mancur dari pinggir air. Oya, Mbak Nia malah mencoba naik sepeda gantung lho.

Aku ngeri melihatnya. Selain itu ada lagi alat peraga yang unik, namanya generator van degraff. Kalau kita pegang alatnya, rambut akan berdiri semua. Kami semua tertawa melihat rambut Mbak Rizka berdiri.

Ada juga alat peraga kepala terpenggal. Yaitu meja yang tengahnya berlubang. Kalau kita masuk ke lubang dari belakang dinding lalu kepala kita muncul di atas meja itu, jika dilihat dari depan seolah-olah hanya terlihat kepala saja.

Badannya tidak ada. Pokoknya seru sekali. Kemudian Ibu mengajak ke lantai paling atas. Di sana bisa melihat jam matahari yang berbentuk horizontal. Dari atas itu terlihat bayangan matahari menunjukkan ke angka 12 lebih.

Oh aku baru tahu ternyata garis-garis di halaman gedung tersebut sebenarnya jam matahari. Jam matahari horizontal ini terbesar di Indonesia. Dan gedung Puspa Iptek yang berbentuk aneh itu ternyata sebuah jam horizontal dan vertikal, begitu penjelasan Ibu.

Liburan kali ini aku senang sekali, pengetahuanku pun bertambah. Bisa bersilaturahmi dengan saudara-saudara dan aku dapat hadiah dari Pakde. Hadiah raket. Katanya, biar aku semakin rajin berlatih badminton. Wow liburan yang paling berkesan.(58)

Sarah Aliya Saraswati
Kelas 1 Al Adhiim SD Mutual
Kota Magelang

Berita Lainnya