image
21 Januari 2018 | Rileks

”Aroma Karsa” Digital, Bangkitkan Sensasi Cerita Bersambung

  • Oleh Dhaneswari Tiara

”Menyeberang menuju kebiasaan baru bukanlah hal yang nyaman bagi banyak orang. Terkadang pengalaman transisi itu tidak selalu mulus. Dibutuhkan waktu dan penyesuaian untuk akhirnya kita bisa merangkul dengan nyaman sebuah kebiasaan baru, pengalaman baru,” tutur Dee Lestari dalam blog pribadinya deelestari.com.

Penulis popular Dee Lestari baru saja menelurkan novel terbaru berjudul ”Aroma Karsa” kamis (18/1) lalu. Alih-alih menerbitkan novel dalam bentuk cetak seperti sebelumnya, Dee justru tergerak untuk menyajikan cerita dalam bentuk digital. Bekerja sama dengan bookslife.co, penulis sekaligus penyanyi ini bertekad menciptakan sensasi membaca yang beda dari biasa.

Tak hanya dikemas dalam versi digital saja, ”Aroma Karsa” juga terbagi dalam beberapa part yang terbit secara berkala. ”Bagi kamu yang besar di era ‘80’90an, ketika media sosial belum ada dan kita sangat bergantung pada media cetak untuk menyalurkan karya kreatif, kamu pasti tidak asing dengan ‘cerita bersambung’alias cerbung,” ungkap Dee memulai.

Dee menambahkan format serial adalah cara penceritaan yang lazim dan marak sampai saat ini. ”Seminggu sekali, kamu akan menanti majalah yang memuat cerbung yang kamu ikuti, membacanya, dan selama seminggu ke depan kamu akan kembali dibuat gemas menanti apa yang terjadi berikutnya.

Format serial adalah cara penceritaan yang lazim dan marak sampai hari ini. Cerbung terjadi di koran harian, terjadi di komik, terjadi di novel, terjadi di televisi dalam bentuk opera sabun dan serial teve, dan terjadi juga di film.

”Saat ini, ketika terjadi pergeseran teknologi yang mengubah hidup dan kebiasaan kita, medium untuk cerbung tidak sama seperti dulu. Saya dihadapkan pada kenyataan bahwa platform digital adalah opsi paling ideal jika hendak berkarya dalam bentuk bersambung,” jelas ibu dua anak yang karya-karyanya banyak dijadikan film ini.

Sampai hari ini baru satu bagian yang terbit namun antusias pembaca tak terkira besarnya. Sejak dibuka pemesanan, buku ”Aroma Karsa” digital terborong habis 1000 unit. Sampai akhirnya Bookslife.co menambah 500 unit lagi untuk menampung pembeli yang kehabisan kuota presale.

Ini adalah pencapaian dalam bidang buku digital yang luar biasa. Nantinya akan ada beberapa bagian lagi yang akan rilis setiap Senin dan Kamis perminggunya dan akan tamat pada akhir Februari nanti. Pengalaman membaca bertahap dan sensasi penasaran ini lah yang ingin diciptakan Dee Lestari kembali.

Novel ”Aroma Karsa” ini bercerita tentang seorang pria bernama Jati yang diciduk polisi karena kedapatan salah satu parfum racikannya terbukti sama persis dengan parfum milik brand Kemara. Jati menyadari ia ditangkap polisi bukan karena ia meniru satu buah parfum namun karena bakat yang ia miliki.

Benar saja Raras prayagung, pemilik perusahaan kosmetik Kemara yang mengadukannya memberi kesempatan barter. Raras bersedia melepaskan segala tuntutan asalkan Jati mau bekerja untuk Kemara. Dengan berbagai pertimbangan akhirnya Jati menerima tawaran itu.

Tak hanya membuka akses perusahaan, Jati juga diperbolehkan tinggal di kediaman pribadinya. Perlakuan istimewa Raras kepada Jati sempat mengusik putri tunggal Raras, Tanaya Suma yang juga memiliki penciuman terlatih. Semua ini adalah rencana Raras untuk ambisi besarnya mencari tanaman mitos bernama puspa karsa, yang konon hanya bisa diidentifikasi melalui aroma.

Petualangan ini mengantarkan Jati ke ekspedisi penuh tantangan. Penasaran dengan kisahnya? Ikuti kelanjutannya di platform buku digital bookslife.co atau nantikan versi cetaknya Maret mendatang.(63)

Berita Lainnya