image
14 Januari 2018 | Her Spirit

Ulul Mastika Haqui

Pioner Perempuan Droner

MENJADIperempuan penerbang drone kamera satu-satunya di Magelang membuat nama Ulul Mastika Haqui cukup tenar. Tak hanya di Magelang, perempuan yang kerap disapa Ulul ini mengaku hanya dirinya anggota perempuan komunitas penerbang drone Indonesia.

"Di Kota Magelang ini sepengetahuan saya memang belum ada droner perempuan selain saya. Bahkan di komunitas drone tempat saya bergabung hanya saya pilot drone perempuan," kata Ulul memulai cerita. Drone sendiri adalah kamera yang terpasang pada helikopter mini yang dikendalikan dengan alat pengendali jarak jauh. Fungsinya untuk menangkap gambar atau video dari sudut yang berbeda.

Karena itu, akhir-akhir ini drone terpilih menjadi primadona bagi kebanyakan orang yang ingin acara istimewanya terabadikan dengan indah. Terlebih, tangkapan drone dapat menghasilkan gambar yang lebih luas dari kamera biasa. Hal itu juga yang memantik wanita penggemar makanan laut ini tertarik menjadi droner --sebutan untuk penerbang drone. "Awalnya saya seorang kameramen video.

Dulu kalau mau mengambil angle video secara bird eye view atau tangkapan gambar dari atas saya selalu memakai jimmy jib sebuah camera crane. Dulu saya tidak tertarik dengan segala hal yang berbau RC (Remote Contoroller). Namun setelah melihat ada wahana terbang yang bisa dipasangi kamera maka saya langsung tertarik.

Tentu saja karena menambah dinamika dan estetika gambar video yang dihasilkan. Langsung saja saya berusaha belajar menggunakan drone," ujar perempuan kelahiran Kediri ini. Ketertarikannya pada drone membuatnya memutuskan untuk memiliki paling tidak satu drone yang bisa ia pergunakan untuk berlatih sehari-hari. Ulul harus merelakan menjual salah satu kamera video kesayangannya untuk membeli drone dengan standard broadcast yang memiliki GPS.

Drone ini sudah termasuk drone premium di kalangan pecinta kamera terbang. "Drone pertama saya adalah drone standard broadcast yang sudah dilengkapi dengan GPS, sehingga memudahkan pelacakan. Saya harus menjual salah satu kamera video saya demi memiliki drone ini. Semua itu saya lakukan untuk menghasilkan gambar video dengan kualitas premium," ungkap Ulul.

Menambah Koleksi

Tak cukup puas memiliki satu drone, Ulul memutuskan menambah koleksinya. Kali ini ia tak ingin merelakan kamera lainnya, sehingga memilih membeli drone dengan sistim kredit. "Drone kedua saya beli dengan sistem cicilan. Meskipun kredit, yang penting ini drone milik saya sendiri, sehingga dapat saya pergunakan dengan bebas tanpa khawatir diburu waktu seperti halnya menyewa," tutur Ulul.

Ternyata tak hanya menjadi droner perempuan satu-satunya, Ulul pun adalah pionir drone di Magelang. Ia yang mulai memperkenalkan dan mengajarkan pengoperasian drone kepada kawan-kawan yang memiliki minat sama. "Jika diingat-ingat, saya jugalah menjadi pionir tentang drone ini di Magelang. Dan sampai sekarang saya belum pernah bertemu dengan droner perempuan selain saya.

Semoga ke depan saya bisa berjumpa dengan para wanita yang berprofesi sebagai penerbang drone," kata perempuan penyuka warna biru ini. Ia berharap para wanita di luar sana dapat lebih mengeksplor bakat terpendam yang mereka miliki. Ulul juga menyesalkan bahwa kesetaraan gender yang dielu-elukan ternyata belum cukup dipraktikkan dalam kehidupan sosial. "Meskipun dikatakan sudah setara namun kenyataannya secara sosial masih banyak masyarakat yang belum mau menerima.

Banyak orang yang merasa masih heran melihat perempuan di ranah multimedia, terutama fotografer, videografer, dan dronner. Meskipun begitu para perempuan tak perlu berkecil hati, Eagles fly alone, pigeons flock together. Selalulah setia kepada cita-cita, tidak ada yang membantu meraihnya kecuali diri kita sendiri," ujar Ulul bijak.(58)

Teks :
Dhaneswari Tiara
Busana dan Foto :
Ulul Mastika Haqui

Berita Lainnya


SMCETAK TERKINI