image

SM/Arto Moro : STUDI BANDING : Komisaris Utama BPR Arto Moro Semarang Subyakto dan tim studi banding ke Guang Xi Rural Credit Union Xinjiang, Tiongkok. (17)

12 Januari 2018 | Ekonomi - Bisnis

Pelajari Kredit UMKM ke Tiongkok

SEMARANG- Sebagai upaya BPR Arto Moro Semarang meningkatkan pertumbuhan usaha, tim manajemen menimba ilmu kepada pihak dan instansi lain yang berkompeten. Selama lima hari sejak 9 Januari lalu, tim yang dipimpin Komisaris Utama Subyakto mengunjungi Xinjiang, Tiongkok, untuk mempelajari perkembangan bank perdesaan dalam kaitannya dengan kredit usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Langkah itu untuk mencapai pertumbuhan di atas rata-rata sebagaimana pencapaian aset BPR Arto Moro dalam dua tahun berturut-turut. Dari BPR kecil, kini beraset di atas Rp 100 miliar. Tahun lalu, ditetapkan oleh Majalah Infobank sebagai BPR terbaik nasional kategori aset Rp 50 miliar-Rp 100 miliar. ''Studi banding ke Jepang dan Tiongkok merupakan terobosan manajemen untuk menambah ilmu serta aplikasi manajemen perbankan, khususnya level rural bank atau BPR,'' ujar Subyakto, kemarin.

Desember lalu, tim BPR Arto Moro studi banding ke Jepang. Menurut Subyakto, ada perbedaan antara rural bank di Jepang dan Tiongkok. Di Negeri Panda, berkembang mulai 1970-an bersamaan dengan pertumbuhan ekonomi negara terpadat di dunia itu. Salah satu wilayah yang perkembangannya bagus adalah kawasan otonom Xinjiang. ''Kami ingin mengetahui bagaimana rural bank di kawasan itu berkembang di tengah kelompok etnis yang sangat beragam,'' imbuh Subyakto.

Xinjiang adalah wilayah multietnis; suku muslim Uighur dan komunis Han dominan. ''Usaha rumahan di Xinjiang sangat berhasil. Mereka didukung oleh rural bank. Tipe masyarakat di sini hampir sama dengan Indonesia, heterogen. Itu yang kami pelajari,'' tandas dia.(F3-17)

Berita Lainnya


SMCETAK TERKINI