image

SM/dok - Candi Prambanan menjulang indah

31 Desember 2017 | Jalan-jalan

Terbuai Keindahan Ramayana Prambanan

  • Oleh Wisnu Kisawa

”Bukan kau yang kuharapkan menjemputku wahai, Hanoman. Meski aku tahu, kau dengan mudah akan membawaku pergi dari Negeri Alengka. Segeralah kembali dan katakan kepada rajamu. Hanya dia yang boleh menjemputku. Ya, hanya Sri Rama yang boleh menjemput Dewi Sinta.”

Itulah ujaran Dewi Sinta kepada Hanoman dalam lakon Hanoman Duta yang menjadi bagian dari pentas sendratari Ramayana di Prambanan. Sesuai dengan namanya, sendratari itu memang mengisahkan epos Ramayana.

Pementasan itu terselenggara di kawasan wisata Candi Prambanan. Ya, jika Anda yang ingin jalan-jalan menikmati keelokan loka wisata Candi Prambanan, sebaiknya jangan hanya pada siang hari saja. Pada malam hari, candi peninggalan kerajaan Mataram Hindu sekitar abad X itu juga memiliki daya hidup yang lain.

Itulah sendratari Ramayana yang dipergelarkan di panggung terbuka atau panggung tertutup. Sendratari Ramayana di Prambanan mulai dipergelarkan kali pertama pada 26 April 1961. Sang penggagas adalah GPH Djatikoesoemo, dengan tujuan meningkatkan kehidupan pariwisata di Indonesia.

Khususnya untuk menarik kunjungan wisatawan asing yang hadir di Candi Prambanan sebagaimana masih terjaga hingga sekarang. Semula pergelaran sendratari itu diselenggarakan di sebelah timur Kali Opak yang cukup berdekatan dengan candi. Namun dalam perkembangan kemudian, pementasan dipindah di sisi sebelah barat candi.

Panggung pun diperbarui sehingga menjadi panggung modern dengan konsep panggung terbuka dan panggung tertutup. Panggung tertutup untuk pementasan episode, sedangkan panggung terbuka untuk pementasan penuh. ”Sekarang ada beberapa kelompok yang tampil.

Semua memiliki semangat pemberdayaan masyarakat. Baik itu kelompok di sekitar Prambanan maupun di Yogyakarta,” ujar Des Wibowo Paramudityo, kepala Unit Teater dan Pentas PT Taman Wisata Prambanan. Ya, berbeda dari dahulu, saat ini pementasan digilir dari satu kelompok ke kelompok lain.

Itu disesuaikan dengan jadwal di panggung tertutup dan panggung terbuka. Dari kelompok-kelompok itulah keindahan sendratari Ramayanadibabar ke hadapan wisatawan di Prambanan. Sebagai suguhan seni petunjukan, sendratari Ramayana cukup memesona. Apalagi dengan kemegahan candi sebagai latar panggung.

Dengan eksotika panggung dan keindahan tarian, tak mengherankan jika suguhan sendratari itu diminati para turis, termasuk dari mancanegara. Itulah memang yang menjadi harapan dari pengelola. ”Kami juga berharap wisatawan domestik mau berkunjung ke panggung Ramayana untuk menyaksikan keindahan seni milik negeri sendiri,” tutur Des Wibowo.

Menikmati Suguhan

Jalan-jalan menikmati keindahan sendratari Ramayana di Candi Prambanan bisa dimulai selepas pukul 18.00. Jangan khawatir tiba terlalu dini karena biasanya sajian baru dimulai pukul 19.30, baik di panggung tertutup maupun terbuka. Sebab, jika pertunjukan masih lama, Anda bisa menikmati suguhan lain lebih dulu.

Suguhan pertama tentu kawasan yang dijadikan arena panggung. Dengan kawasan cukup luas, panggung Ramayana serasa berada di tengah-tengah taman indah. Bahkan berada di area parkir yang lapang pun terasa nyaman. Belum lagi keindahan candi yang bisa kita saksikan dari selatan panggung.

Indah bukan main. Saat butuh rehat setelah puas menikmati keindahan kawasan, Anda bisa beristirahat di restoran. Tempat makan itu tepat berada di tengah-tengah antara panggung terbuka dan panggung tertutup.

Namanya indah, sesuai dengan keindahan tempatnya, yakni Rama Sinta Garden Resto. Di sana Anda bisa menikmati beragam menu lokal dan mancanegara. ”Nyaman rasanya berada di sini. Saat menunggu pentas dimulai, saya menyempatkan jalan-jalan dulu untuk menikmati keindahan kawasan panggung Ramayana.

Saya juga menyempatkan diri mencicipi beragam menu di restoran. Tempatnya nyaman dan hidangannya enak,” ujar Dwi Setyaningsih, pengunjung asal Solo, belum lama ini. Ketika waktu sudah menunjukkan pukul 19.30, Anda harus bersiap menonton pertunjukan.

Seperti dalam pementasan di panggung terbuka belum lama ini, pentas biasanya diawali gamelan yang ditabuh para niyaga. Kemudian sepasang pembawa acara memberikan pengantar pertunjukan dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Saat menikmati sajian, para pengunjung bisa menempati tempat duduk sesuai dengan nomor tiket.

Tempat duduk berbentuk setengah lingkaran dengan tatanan kursi serupa tribune di stadion. Dengan konsep penataan area seperti itu, penonton benar-benar merasa nyaman saat menyaksikan tontonan. Penonton pun tersuguhi panorama langit malam dan Candi Prambanan yang tinggi menjulang.

Sayembara Pertunjukan dimulai dengan adegan pertama yang menceritakan Sayembara Mantili. Itulah awal kisah Rama Wijaya bertemu Dewi Sinta. Saat Rama memenangi sayembara mengangkat gandewa, dari sanalah kisah epos Ramayana terus hadir mengalir.

Begitulah, kisah kesetiaan Sinta dan perjuangan Rama merebut kembali sang pujaan hati mengharu-biru penonton melalui keindahan tari. Penonton terkadang marah melihat tingkah jahat Rahwana. Atau kagum oleh kekuatan prajurit Rama. Lalu, jangan lupakan kehadiran kera-kera kecil yang diperankan puluhan anak-anak. Anda pasti akan tertawa terbahak melihat tingkah mereka.

Menjelang akhir pertunjukan, sajian makin menarik. Semisal saat Hanoman usai menjadi duta bertemu Dewi Sinta. Sebelum pulang, kera putih itu membakar kota Alengka. Adengan itu divisualkan dengan sangat menarik ketika di panggung atas benar-benar disuguhkan kebakaran sesungguhnya.

Langit di atas panggung Ramayana memerah. Pertunjukan akhirnya ditutup dengan pertemuan Rama dan Sinta. Namun, jangan pulang dulu. Usai pertunjukan, Anda bisa berfoto bersama para penari. Semua penari menunggu dengan sabar, sehingga Anda bebas memilih tokoh untuk foto bersama.

Nah, kelak, foto bersama tentu mengingatkan Anda pada kenangan indah saat jalan-jalan di panggung sendratari Ramayana Prambanan. Menyambut libur Natal dan tahun baru 2018, PT Taman Wisata menghadirkan pementasan spesial. Ada pementasan enam malam berturut-turut sejak Kamis (28/12) sampai Selasa (2/1/2018). (44)

Berita Lainnya


SMCETAK TERKINI