image

foto: suaramerdeka.com/Hendra Setiawan

16 April 2018 | 21:24 WIB | Ekonomi dan Bisnis

Pertumbuhan Penjualan Mulai Terasa

  • Semargres 2018

SEMARANG, suaramerdeka.com- Kegiatan Semarang Great Sale (Semargres) 2018 berdampak positif bagi perekonomian di Kota Semarang. Para pengusaha mulai merasakan pertumbuhan penjualan sejak digelarnya Semargres pada 8 April lalu di Hutan Wisata Tinjomoyo. 

Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Jateng, Budi Soeseno menuturkan, Semargres mendongkrak transaksi industri ritel. Para pengusaha mengalami kenaikan penjualan hingga 30 persen dibandingkan hari biasa. Diharapkan dapat terus naik sepanjang Semargres berlangsung. 

''Sudah kesekian kalinya, kami selalu mengikuti kegiatan Semarges yang diselenggarakan tiap tahun. Selalu omzet penjualan naik hingga 20-30 persen. Semargres tahun ini diharapkan dapat meningkatkan omset penjualan paling tidak sama seperti tahun lalu,'' tutur Pemilik Swalayan Bali itu. 

Menurut dia, Semargres telah menjadi ikonnya pesta belanja di kota Semarang. Kegiatan ini selalu dinanti masyarakat pecinta belanja. Diskon dan promo menarik diberikan oleh para pengusaha kepada konsumen. Acara ini dapat meningkatkan transaksi pengusaha serta menggairahkan perputaran uang di Kota Semarang. 

Sementara itu, Ketua Asosiasi Agen dan Biro Wisata (Asita) Jateng, Joko Suratno mengungkapkan, pembukaan Semargres sudah diselenggarakan bersamaan dengan Pasar Semarangan di Hutan Wisata Tinjomoyo. Acara tersebut berlangsung meriah. 

Kehadiran Pasar Semarangan ini menjadi magnet dan daya tarik yang baru bagi wisatawan. Obyek wisata baru yang dihadirkan di Kota Semarang membuat masyarakat penasaran. ''Obyek wisata baru dan dikemas dengan pembukaan Semargres diharapkan bisa mempromosikan wisata Kota Semarang. Pasar Semarangan akan dikenal begitu juga sepaket dengan Kota Semarang,'' ujarnya.

(Hendra Setiawan /SMNetwork /CN40 )