image

EXIT TOL: Exit Tol Pekalongan yang menghubungkan ke Jalan dr Soetomo sedang dibangun dan direncanakan selesai Juli 2018. (suaramerdeka.com/Trias Purwadi)

16 April 2018 | 22:12 WIB | Suara Pantura

Pembebasan Tanah Exit Tol Kurang Rp 10 Miliar

PEKALONGAN, suaramerdeka.com- Pembangunan exit tol di Kota Pekalongan  masih memerlukan dana tambahan lagi sekitar Rp 10 miliar.  Dana sebesar itu diperlukan guna membebaskan tanah yang akan digunakan untuk persimpangan di Jalan Dr Soetomo (Jalur Pantura).

Kepala Bappeda Kota Pekalongan, Anita Heru Kusumorini, menjelaskan kekurangan dana itu akan diusulkan ke Kementeraian PU mengingat jalan itu adalah jalan nasional. Exit tol itu ditarget selesai bulan Juli, sebelum perubahan anggaran maka dia akan mengajukan ke pusat.

Menurut dia, jika Kementerian PUPR tahun ini juga belum bisa memberikan bantuan untuk pembebasan tanah itu, pembangunan exit tol di persimpangan akan dilakukan minimalis. Ada jalur yang dikurangi dulu (tidak maksimal), meski tahun depan kemungkinan bisa diperlebar lagi  dengan pembebasan tanah.

Bangunan yang tidak maksimal itu, menurutnya hanyalah khusus untuk persimpangan Jalan Dr Soetomo yakni dari arah timur masuk ke exit tol Pekalongan atau dari exit tol masuk ke Jalan Dr Soetomo. ‘’Exit tol tetap diselesaikan tapi tidak maksimal,’’ katanya.

Menurut Anita tidak bisa dianggarkan APBD, karena exit tol itu harus selesai Juli 2018. ‘’Itu artinya sebelum perubahan APBD exit tol sudah selesai, sementara perubahan APBD belum dilakukan. Dengan demikian, tidak bisa dianggarkan dari APBD,’’ jelasnya. 

Mengenai informasi jalan tol Pekalongan, menurut dia, untuk Lebaran nanti sudah bisa dioperasikan, sedangkan untuk exit tol Pekalongan belum bisa gunakan. ‘’Ada beberapa tanah yang masih lunak dan belum bisa dibangun exit tol secara cepat,’’ katanya.

Hingga tiba Lebaran nanti, menurut dia, pembangunan jalan tol baru sampai Jalan Sokoduwet. Sedangkan dari Sokoduwet sampai Jalan Dr Soetomo belum bisa diselesaikan. 

(Trias Purwadi /SMNetwork /CN40 )