image

TANAM MANGROVE: Ketua Tugu Muda Fortuner Community (Tufoc) Semarang, Wahyudi (tiga dari kiri), Perwakilan Ditlantas Polda Jateng, Perwakilan Pusdik Penerbad, Perwakilan Nasmoco, dan Pemerintah Kota Semarang saat seremonimi penanaman mangrove di Pantai Maron, Sabtu (17/3). (suaramerdeka.com/Arie Widiarto)

19 Maret 2018 | 05:21 WIB | Semarang Metro

1.000 Pohon Mangrove Ditanam di Pantai Maron

SEMARANG, suaramerdeka.com- Sebanyak 1.000 pohon mangrove di tanam di sepanjang pantai Maron Semarang. Penanaman pohon yang digagas oleh komunitas otomotif Tugu Muda Fortuner Community (Tufoc) Semarang ini juga akan dirawat dan dipantau hingga tumbuh besar.

''Memang harus dipantau dan dirawat, sebab selama ini sebagian besar hanya seremoni penanaman tapi tidak dirawat, akibatnya banyak yang tidak bisa tumbuh maksimal, bahkan hilang,'' ungkap Ketua Umum Tufoc, Wahyudi usai penanaman. Dalam kegiatan tersebut, Tufoc menggandeng Pusdik Penerbad, Nasmoco dan Phapros.

Menurut dia abrasi di kawasan Pantai Maron Semarang ini sangat tinggi dan berpotensi merusak ekosistem alam yang ada di kawasan tersebut. Karena itu,  jika gerakan penanaman mangrove secara masif dilakukan termasuk dengan perawatan, maka diharapkan meminimalisasi proses abrasi. 

''Untuk perawatan kami bekerja sama dengan nelayan setempat. Dengan ditanami mangrove, kami berharap  akan berfungsi sebagai sabuk pantai dan pelindung ombak, penahan lumpur serta pencegah sedimentasi di pantai Maron.''

Menurutnya kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk kepedulian pencinta Fortuner Semarang terhadap lingkungan sekitar. Penanaman mangrove ini juga menjadi rangkaian dari HUT ke 1 Tufoc Semarang. Acara tersebut diikuti 44 anggota Tufoc, perwakilan Pusdik Penerbad, dan Kepala Cabang Nasmoco Majapahit, Joko Prasongko.

''Puncak acara  diselenggarakan gala dinner di Bandungan pada Sabtu malam (17/3) yang diikuti perwakilan komunitas Fortuner seluruh Indonesia,'' tuturnya.

Ia menerangkan, kegiatan bakti sosial memang menjadi fokus dari Tufoc Semarang, seperti pelepasan anak penyu di Lampung, bantuan air bersih di Purwodadi dan ikut serta dalam tanggap bencana longsor Magelang belum lama ini. Hal ini sengaja dilakukan untuk menghilangkan citra negatif komunitas mobil yang dinilai ugal-ugalan.

''Komunitas otomotif dimata masyarakat mungkin sering dipandang biang pembuat macet dan pengguna jalan lain tidak nyaman. Kami ingin mengubah pandangan tersebut dengan mengadakan berbagai kegiatan sosial,'' ujarnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Nasmoco Majapahit, Joko Prasongko menambahkan, pihaknya selalu berupaya mendekatkan diri dengan pelanggan setia pengguna produk Toyota. Seperti turut serta dalam acara yang digagas oleh Tufoc. Pasalnya, dengan adanya komunitas ini secara tidak langsung menciptakan image positif produk dari Toyota.

(Arie Widiarto /SMNetwork /CN39 )