image

LOKASI PEMBANGUNAN: Pengguna jalan melintas di sekitar lokasi yang direncanakan untuk pembangunan mall di Kelurahan Wonorejo Kecamatan Selomerto, Wonosobo. (suaramerdeka.com / M Abdul Rohman)

15 Februari 2018 | 09:42 WIB | Ekonomi dan Bisnis

Rita Akan Bangun Mall di Wonosobo

  • Nilai Investasi Sekitar Rp 117 Miliar

WONOSOBO, suaramerdeka.com- Manajemen PT Rita Ritelindo Purwokerto berencana membangun mall di wilayah Kelurahan Wonorejo Kecamatan Selomerto, Wonosobo. Proses pembangunan rencananya bakal dilakukan pertengahan 2018, dan ditarget selesai 2020 mendatang. "Target kami 2,5 tahun pembangunan mall selesai dilakukan. Bangunan baru jauh lebih megah dari tempat sebelumnya di Gedung Plasa Wonosobo," ujar Owner PT Rita Ritelindo Purwokerto, Buntoro, baru-baru ini.

Menurut dia, nantinya gedung baru Rita bukan hanya sebagai pusat perbelanjaan bagi masyarakat saja, melainkan akan ada beragam fasilitas pendukung, baik hotel, wahana permainan anak, pusat rekreasi dan hiburan, bioskop, pusat kuliner serta pusat usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Nilai investasi yang akan ditanamkan untuk pembangunan mall tersebut cukup besar, yakni sekitar Rp 117 miliar.

Mall tersebut, kata dia, akan menjadi icon baru Kabupaten Wonosobo. Selain akan menyerap sebanyak 2.500 tenaga kerja yang diprioritaskan penduduk lokal Wonosobo, pembangunan mall tersebut akan mampu mendongkrak kemajuan wilayah Wonosobo. "Kalau mall sudah bisa dioperasionalkan, pasti dampaknya akan dirasakan roda perekonomian lain, sehingga Wonosobo bisa disejajarkan dengan kota-kota berkembang lain," terang dia.

Direktur General Affair Rita Ritelindo Purwokerto, Budi Santosa menambahkan, untuk membangunan sebuah bangunan sangat megah dengan luasan 2,1 hektare, diperlukan perencanaan dan penghitungan yang matang. Pihaknya terus berproses setelah masa kontrak Rita Pasaraya Wonosobo habis pada 2015 lalu. Namun, diakui hal ini tidak mudah. Selain pemilihan lokasi yang sulit, juga nilai investasi yang ditanamkan cukup besar mencapai Rp 117 miliar.

Kesempatan waktu 11 bulan yang diberikan pemerintah daerah hingga berakhir 12 Februari 2018, hanya baru bisa dimanfaatkan untuk proses perencanaan desain arsitektur yang dilakukan tim, salah satunya dari Singapura. Saat ini, pihaknya telah merampungkan beberapa ijin, diantaranya perijinan kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo selaku Ketua BKPRD pada Februari 2017, serta izin amdal ke Provinsi Jawa Tengah dan andalalin ke pemerintah pusat.

"Untuk mengurus ijin-ijin kami membutuhkan waktu sekitar satu tahun. Karena, pengurusan amdal harus dilakukan hingga tingkat Provinsi Jawa Tengah. Sementara untuk amdalalin karena berada di jalan nasional, izin harus dilakukan hingga pusat. Untuk gambaran desain arsitektur sudah dirampungkan. Rencananya, jika tidak ada halangan, pembangunan Rita Mall di Wonosobo akan segera dilakukan di lahan seluas 2,1 hektare," beber dia.

 

(M Abdul Rohman /SMNetwork /CN26 )