image

SIMULASI: Aparat kepolisian memeragakan simulasi pengamanan saat hari pencoblosan pemilihan gubernur dan wakil gubernur, serta simulasi pengendalian aksi demonstrasi memprotes hasil perhitungan suara. (suaramerdeka.com/M Syarif SW)

15 Februari 2018 | 09:06 WIB | Pilkada Serentak

Polres Banjarnegara Gelar Simulasi Pengamanan Pilgub

BANJARNEGARA, suaramerdeka.com- Sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam pengamanan pemilihan gubernur dan wakil gubernur 2018, Polres Banjarnegara menggelar simulasi pengamanan. Kegiatan tersebut diikuti para anggota kepolisian, TNI, Satpol PP dan ormas di alun-alun. Simulasi dibuat lengkap dari mulai masa tenang ketika alat peraga diturunkan, sampai dengan pengamanan di tempat pemungutan suara (TPS).

Awalnya situasi aman, namun memasuki akhir masa coblosan ada warga yang memaksa untuk turut mencoblos padahal ia sudah tidak terdaftar sebagai penduduk di desa dimana TPS itu ada. Hal tersebut berkembang menjadi cek-cok hingga aparat turun tangan mengamankan orang tersebut.

Ketika kotak suara dari TPS akan dikirim ke PPS, ada sekelompok orang yang merampasnya di tengah jalan. Aksi itu diketahui petugas yang sedang melakukan patroli. Aksi kejar-kejaran pun berlangsung ramai dan akhirnya perampas kotak suara dapat ditangkap. Namun ketidakpuasan pihak tertentu masih berlanjut hingga menggelar aksi demonstrasi di depan kantor KPU kabupaten. Awalnya aksi dilakukan damai, namun menjadi anarkis dan massa membakar ban di tengah jalan.

Satuan dalmas yang sudah bersiaga langsung sigap menghalau massa. Namun hal itu mendapat perlawanan. Mereka melempari petugas yang ada di sekitar lokasi. Meski demikian petugas makin meningkatkan kekuatan dengan mengerahkan kendaraan water canon untuk mengusir massa. Awalnya massa masih melawan namun intensitas penanganan oleh petugas memaksa massa bubar. Bahkan beberapa dari mereka yang menjadi komando berhasil ditangkap.

Kapolres Banjarnegara AKBP Nona Pricillia Ohei, mengatakan pihaknya dengan dibantu TNI, Satpol PP, linmas, ormas dan masyarakat siap melakukan pengamanan pemilihan gubernur dan wakil gubernur 2018. Simulasi untuk mengetahui kesiapan para petugas yang akan ditempatkan di lapangan. "Sinergitas berbagai pihak dalam melakukan pengamanan akan membuat situasi aman dan kondusif," katanya.

Ditambahkan, pihaknya tentu melakukan pemetaan potensi kerawanan namun sejauh ini belum ada potensi kerawanan yang menonjol.

(M Syarif SW /SMNetwork /CN26 )