image

PENERTIBAN: Aparat Satpol PP meminta pedagang yang hendak berjualan di luar pasar masuk ke area pasar Jepon, kemarin. Penertiban mulai dilakukan dini hari sekitar pukul 03.30 WIB. (suaramerdeka.com/Abdul Muiz)

15 Februari 2018 | 00:06 WIB | Suara Muria

Satpol PP Tunggu Pedagang Dini Hari

BLORA, suaramerdeka.com- Penertiban dalam rangka penataan pasar induk Jepon digelar aparat gabungan kemarin. Bahkan penertiban kali pertama itu mulai dilakukan dini hari, sekitar pukul 03.00, saat para pedagang hendak menggelar lapak.

Pedagang yang ketahuan akan berjualan di luar area pasar saat itu juga diminta mengurungkan niatnya dan harus masuk berjualan di dalam pasar. Para pedagang pun menuruti perintah aparat. Apalagi imbauan untuk tidak berjualan meluber di pinggir jalan raya sudah disepakati dalam pertemuan belum lama ini.

Tercatat sebanyak 45 pedagang yang sebelumnya berjualan di luar area pasar, harus berjualan di dalam pasar. Selain pedagang, dalam penertiban oleh aparat gabungan dari Satpol PP, Polsek Jepon, Koramil Jepon dengan dikoordinatori camat Jepon, ditertibkan pula pedagang yang berjualan di atas mobil dan penataan area parkir serta angkutan. Halaman pasar sebelah barat  dikembalikan fungsinya sebagai tempat parkir dan bongkar muat barang.

Kepala Satpol PP Blora Anang Sri Danaryanto mengatakan penertiban sudah direncanakan matang dengan melibatkan para pihak terkait termasuk paguyuban pedagang pasar Jepon. Dia menegaskan, penertiban akan terus dilakukan secara berkala. Pihaknya bekerja sama dengan Dindagkop UKM, agar pedagang tidak lagi berjualan di luar pasar. ‘’Kalau dipasar kan ada Dindangkop UKM, nanti pengawasannya mereka,’’  ujarnya.

Respons Positif

Penertiban itu bermula dari kesepakatan dalam rapat antara Satpol PP Blora, Polsek Jepon, Camat Jepon, Dinrumkimhub Blora dan OPD lain serta paguyuban pedagang. Mereka sepakat semua pedagang yang berada di luar masuk ke dalam Pasar Induk Jepon. Selain itu menertibkan kendaraan umum yang ngetem di depan pasar yang memicu macet.

Penertiban kemarin mendapat respons positif pedagang dan warga yang hendak berbelanja. ‘’Kalau pasar tertata rapi seperti ini kan warga yang hendak belanja jadi lebih nyaman, tidak semrawut,’’ kata Sri Wahyuni salah seorang pembeli.

Menurutnya selama ini beberapa pedagang berjualan di luar pasar. Mereka berjualan berbaur dengan area parkir. Akibatnya pasar menjadi semraut. Meski mengaku kerap membeli barang ke pedagang di luar pasar, namun dia tak mempermasalahkan jika harus melangkahkan kaki ke dalam pasar untuk mencari pedagang langganannya.  ‘’Silakan ditertibkan. Toh ini juga untuk kebaikan bersama,’’ ujar Ahmad salah seorang pedagang.

(Abdul Muiz /SMNetwork /CN40 )