image

BERBELANJA: Pengunjung berbelanja di Pasar Jebres. (suaramerdeka.com/Agustinus Ariawan)

14 Februari 2018 | 23:54 WIB | Solo Metro

Pasar dan Stasiun Jebres Diintegrasikan

SOLO, suaramerdeka.com– Pemkot Surakarta akan melakukan penataan secara menyeluruh kawasan Stasiun Jebres Solo. Rencana revitalisasi Pasar Jebres dilakukan tanpa meninggalkan penataan kawasan setempat. Rencananya bangunan pasar akan diintegrasikan dengan stasiun di seberangnya.

‘’Kalau merujuk konsep yang sudah disiapkan, pasar itu nantinya terintegrasi dengan Stasiun Solo Jebres.View

di depan pasar tidak akan ditutup,’’ kata Wali Kota FX Hadi Rudyatmo, Rabu (14/2).

Selama ini, lahan di depan Pasar Jebres digunakan sebagai lokasi parkir pengunjung. Integrasi pasar dan stasiun dilakukan dengan memindahkan area parkir tersebut yang dianggap menutupi eksotisme bangunan stasiun cagar budaya itu. ‘’Lahan parkirnya dibuat di bagian belakang dan sisi barat,’’ tambahnya. 

Untuk diketahui, Stasiun Solo Jebres telah ditetapkan sebagai cagar budaya. Di kawasan tersebut juga telah ditata sebuah koridor penghubung stasiun dengan Jalan Urip Sumohardjo. Adapun >grand design penataan kawasan setempat telah disusun manajemen PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan Pemkot sejak 2009.

Tahun Ini

Wali Kota Rudy menjelaskan, revitalisasi Pasar Jebres bakal dilangsungkan tahun ini. Rencana perbaikan menyeluruh terhadap bangunan pasar yang sudah ada sejak 1985 itu semula dibatalkan tahun lalu, lantaran Pemkot tidak ingin merevitalisasi Pasar Jebres secara bertahap.

Guna memuluskan revitalisasi Pasar Jebres, Pemkot Surakarta bahkan siap menambal kekurangan dana program tersebut. Anggaran daerah sekitar Rp 5 miliar bakal digunakan untuk merealisasi rencana revitalisasi itu. ‘’Anggaran Rp 5 miliar lebih itu akan dipakai sebagai pendamping dana Provinsi, yang jumlahnya Rp 13,5 miliar,’’ terang Rudy.

Kepala Dinas Perdagangan, Subagiyo menerangkan, revitalisasi Pasar Jebres sudah direncanakan sejak awal tahun lalu. Bangunan pasar dianggap sudah tidak memadai sebagai lokasi usaha. ‘’Selama ini perbaikannya hanya tambal sulam, seperti perbaikan atap atau jaringan listrik,’’ kata dia.

Berdasarkan data Dinas Perdagangan, saat ini Pasar Jebres menempati lahan berukuran 3.933 meter persegi. Terdapat 17 pedagang yang menempati kios, 61 pedagang yang menempati los dan 20 pedagang oprokan yang setiap hari mengais rezeki di pasar tersebut.

(Agustinus Ariawan /SMNetwork /CN40 )