image

MENJAWAB PERTANYAAN: Para finalis Duta Muda Antinarkoba Jateng satu persatu menjawab pertanyaan dari panelis di Convention Hall MAJT, Rabu (14/2). (suaramerdeka.com/Siswo Ariwibowo)

14 Februari 2018 | 22:04 WIB | Semarang Metro

Delapan Peserta Beradu Argumentasi

  • Grand Final Duta Muda Antinarkoba MAJT

SEMARANG, suaramerdeka.com- Sebanyak delapan orang pada malam ini mengikuti Grand Final Duta Narkoba Antinarkoba Jawa Tengah yang diselenggarakan Masjid Agung Jawa Tengah dan Majlis Ulama Indonesia (MUI) Jateng. Mereka beradu argumentasi dalam pemaparan mengenai ruang lingkup narkoba.

Para Grand Final tersebut yakni, Arina Nurohmah, Farzal Aditya Bagaskara, Dika Pratiyo, Mayuna Malikh Nur Lestari, Aisyah Chusnul Jurnalita, Muhammad Dewangga Putra Laksana dan Nugroho Rosman. Ada tiga panelis dalam kegiatan tersebut yakni, perwakilan Badan Narkotika Nasional (BNN) Jateng Susanto, perwakilan DPP MAJT, KH Muhyiddin, Ketua Syuriah NU Kota Semarang, KH Hanif Ismail.

Acara yang mengusung tema: Melawan Narkoba Menggapai Masa Depan yang Maju dan Berprestasi itu, berlangsung di Convention Hall Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) berlangsung meriah. Sekitar seribuan orang memadati ruangan tersebut. Para peserta antusias mengikuti acara dari awal sampai akhir.

Erin Nur Azizah (17), salah satu peserta dari SMK 2 Semarang mengatakan, kegiatan tersebut memiliki banyak manfaat. Dikatakan, kegiatan Duta Antinarkoba Jawa Tengah ini mendorong generasi muda agar bersama-sama melawan narkoba. "Kegiatan ini sangat inspiratif, perlu diadakan lagi pada kesempatan yang berbeda," kata warga Kelurahan Sambiroto, Kecamatan Tembalang tersebut.

Sejumlah tokoh Jateng seperti, Ketua MUI Jateng, KH Ahmad Darodji, mantan Gubernur Jateng, Ali Mufiz, turut hadir dalam acara tersebut. Nantinya delapan peserta tersebut akan diambil yang terbaik selanjutnya memiliki tugas dan kewajiban melawan narkoba.

(Siswo Ariwibowo /SMNetwork /CN40 )