image

TERJARING: Petugas Satpol PP Kulonprogo mengamankan PGOT dalam operasi penertiban yang dilaksanakan Rabu (14/2). (suaramerdeka.com/Panuju Triangga)

14 Februari 2018 | 23:18 WIB | Suara Kedu

Penertiban PGOT, Lima Orang Terjaring

KULONPROGO, suaramerdeka.com– Lima gelandangan pengemis dan orang terlantar (PGOT) terjaring dalam operasi penertiban yang dilakukan Satpol PP bersama Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak Kulonprogo, Rabu (14/2).

Plt Kepala Satpol PP Kulonprogo, Duana Heru Supriyanta mengungkapkan, lima orang yang terjaring tersebut terdiri dari tiga orang dengan masalah kejiwaan (ODMK) serta tiga orang anak punk. Dua ODMK ditemukan di dekat UNY kampus Wates dan di dekat Stasiun Wates, sedangkan tiga anak punk terdiri dari dua laki-laki dan satu perempuan terjaring di samping SPBU Pangkalan Kecamatan Temon.

“Anak punk yang terjaring tiga orang, berasal dari Tasik dan tanpa identitas. Sedangkan ODMK yang terjaring dua orang, dan ada satu lagi yang ditemukan di depan Pasar Bendungan, tetapi setelah melihat mobil patroli pangsung lari,” ungkap Duana.

Kelima orang yang terjaring tersebut kemudian langsung di kirim ke asesment, Karanganyar, Brotokusuman, dan Mergangsan Yogyakarta. Duana menjelaskan, digelarnya oprasi penertiban PGOT tersebut bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang aman, tentram dan tertib, serta kondusif. Sehingga tercipta lingkungan yang bersih dari PGOT baik psikotik, pengemis, gelandangan, orang terlantar, maupun anak punk.

“Anak-anak punk sedapat mungkin dibina, diarahkan, disekolahkan atau mendapatkan ketrampilan agar hidup mandiri sehingga tidak hidup di jalanan lagi. Apabila masih memiliki keluarga dikembalikan lagi ke keluarganya masing-masing,” jelasnya.

Duana menambahkan, selama ini pihaknya banyak menerima masukan dan keluhan dari warga masyarakat terkiat keberadaan PGOT yang seringkali meresahkan dan mengganggu. “Banyak (keluhan yang masuk), bahkan kalau malam kadang oleh warga diamankan dan diserahkan ke Satpol pp,  padahal seharusnya ke TPKJM (Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat),” imbuhnya. 

(Panuju Triangga /SMNetwork /CN40 )