image

Foto: Istimewa

14 Februari 2018 | 20:28 WIB | Nasional

Keamanan Gedung Diperketat, DPR Yakin Takkan Menjauhkan dari Rakyat

JAKARTA,suaramerdeka.com- Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) bersama Kepolisian Republik Indonesia menandatangani nota kesepahaman (MoU) tentang Peningkatan Pengamanan di Kompleks Parlemen (MPR/DPR/DPD RI). MoU tersebut ditandatangani oleh Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang dan  Kapolri Jenderal Tito Karnavian

Dalam kesempatan itu, Bambang mengatakan, MoU tersebut merupakan bagian dari sinergitas antara DPR RI dan Polri didalam menjaga keamanan di Kompleks Parlemen. Bamsoet, sapaan Bambang, MoU ini sebenarnya sudah lama dilakukan melalui rapat-rapat di Komisi III dan Badan Legislasi DPR. Mengingat ancaman serius pernah terjadi di Kompleks Parlemen, seperti ancaman bom. ''Saya jamin, penguatan keamanan di Komplek Parlemen tidak akan mengganggu hubungan rakyat dengan wakilnya. Ini semata pemenuhan standar operasional pengamanan agar siapapun yang datang ke Parlemen, terjamin keselamatan dirinya,' ', ujar Bamsoet, Selasa (14/2).

Dia juga ingin masyarakat yang datang ke DPR merasa aman dan nyaman. Begitupun dengan para anggota dewan dan pegawai yang bekerja di lingkungan DPR RI. Masyarakat yang datang dengan suka cita untuk menyampaikan aspirasinya.

''Saya tidak bisa bayangkan jika sampai terjadi apa-apa dengan mereka, misalnya menjadi korban ledakan bom atau kerusuhan akibat lemahnya pengamanan,'' kata Bamsoet.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan bahwa pengamanan yang dilakukan Polri tidak akan mengganggu hubungan antara DPR dan masyarakat. "Jadi bagaimana kita membuat sistem keamanan bagi anggota dewan sekaligus memberikan ruang publik bagi rakyat," ujar Tito.

Sesuai dengan Peraturan Kapolri Tahun 2007 yang menyatakan Komplek Parlemen termasuk dalam pengamanan objek vital negara, maka perlu penguatan sistem pengamanan.

“Tahun 2003, saat menjadi Kasatkamplek, saya pernah mengurus kasus ledakan bom di bassement DPR. Untung waktu itu tidak ada korban jiwa. Setelah saya pelajari, ini akibat lemahnya sistem pengamanan,” ujar Tito.

(Mahendra Bungalan /SMNetwork /CN38 )