image

Foto: suaramerdeka.com/Bayu Setiawan

14 Februari 2018 | 20:04 WIB | Suara Pantura

Stres Berat, Pembunuh Istri dan Anak Mengamuk di Tahanan

BREBES,suaramerdeka.com– Hingga kini polisi belum bisa mendalami kasus pembunuhan yang dilakukan Tarmuji (35)  terhadap dua korban, istri Koniti (35) dan anak balitanya Dimas (14 bulan), Selasa dini hari (13/2). Polisi kesulitan mengorek keterangan dari pelaku, karena stres berat dan mengamuk di tahanan, sehingga Tarmuji membutuhan pemeriksaan kejiwaan.

Kasat Reskri, Polres Brebes AKP Arwansa, Rabu (14/2), mengatakan penyidik kesulitan memeriksa pelaku. Pelaku depresi berat dan mengamuk di tahanan. Untuk itu, pihaknya berencana mendatangkan psikiater untuk memeriksa kejiwaan pelaku. Sementararuang sel pelaku terpisah dengan tahanan lain.

"Untuk pemeriksaan lebih lanjut kami memang akan mengundang psikiater terkait kejiwaan pelaku ini. Dari keterangan sementara, saat membunuh anak bayinya pelaku tidak merasa yang dibunuh itu anaknya," kata Kasat.

Seperti diberitakan, Tarmuji (35), warga RT 001 RW 002 Desa Luwungragi, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Selasa dini hari (13/2), nekat menghabisi istri Koniti (35) yang dipukul dengan dengan cobek dan Dimas, anaknya yang baru berusia 14 bulan. Namun tak berselang lama, pelaku ditangkap saat bersembunyi di rumah orang tuanya di Desa Glonggong, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes.

Dari hasil proses pemeriksaan dan autopsi, Rabu kemarin (14/2), kedua korban meninggal antara pukul 02.00-04.00 dini hari. Proses outopsi digelar di kamar jenazar RSUD Brebes, dengan mendatangkan tim Dokes Polda Jateng, dan berlangsung sekitar tiga jam.

Kasat menjelaskan, dari hasil autopsi diketahui istri pelaku tewas akibat hantaman benda tumpul di bagian kepala. Yakni, dipukul dengan cobek yang ditemukan di lokasi kejadian. Sedangkan anaknya tewas karena luka tusuk di leher.

"Yang dibunuh, ibunya terlebih dahulu. Korban ini dipukul cobek sampai tiga kali. Setelah itu, pelaku membunuh anaknya di dapur dengan pisau. Kemudian, tubuhnya di buang di halaman belakang rumah. Ini terlihat dari noda darah di dapur yang terlihat lebih banyak," jelasnya.

Saksi Kunci

Polisi juga masih terus melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan pelaku yang kini sudah diamankan di ruang tahanan Mapolres Brebes. "Kami sudah melakukan autopsi, dan kematian kedua korban ini belum sampai 24 jam. Dari pengakuan pelaku, kedua korban dibunuh antara pukul 02.00 - 04.00. Saat membunuh anak bayinya pelaku tidak merasa yang dibunuh itu anaknya," papar Kasat.

Selain pelaku, lanjut dia, polisi memberikan pendampingan psikolog kepada saksi kunci, anak korban, Dewi Anjeli (11), yang kali pertama menemukan ibunya tewas. "Saksi Dewi Anjali ini juga kami beri pendampingan psikolog karena masih anak-anak dan untuk menjaga kejiwaannya. Yang jelas, motif pembunuhan ini karena faktor ekonomi dan pelaku kerap dikata-katai kasar oleh korban," sambung dia.

Usai proses autopsi, tambah dia, kedua jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga, dan rencanannya siang ini akan dimakamkan di tempat pemakaman umum Desa Luwungragi, Kecamatan Bulakamba, Brebes. "Jenazah kedua korban ini sudah kami serahkan ke keluargannya agar dimakamkan," katanya.

(Bayu Setiawan /SMNetwork /CN38 )