image

SERAH TERIMA MAHASISWA: Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Unnes, Dr Suwito Eko Pramono MPd menyerahterimakan 110 orang mahasiswa KKN kepada Bupati Semarang, Mundjirin di Pendapa Rumah Dinas Bupati. (Foto: suaramerdeka.com/Ranin Agung)

19 Januari 2018 | 22:00 WIB | Semarang Metro

Mahasiswa Unnes Dilarang Terlibat Politik Praktis

SEMARANG, suaramerdeka.com -Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) dilarang terlibat politik praktis. Peringatan tadi, disampaikan Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Unnes, Dr Suwito Eko Pramono MPd, usai serah terima mahasiswa KKN Alternatif Tahap I Unnes di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang, kemarin.

Wanti-wanti tersebut menurutnya harus dipatuhi dan dijalankan. Apabila nekat melanggar, pihaknya tidak segan menjatuhkan sanksi berupa penarikan mahasiswa yang bersangkutan dari lokasi KKN.

Sejalan dengan itu, Unnes pun siap menerima pengaduan dari masyarakat. Pengaduan yang dimaksud, bakal dikaji dan tentunya pihak universitas telah menyiapkan sanksi tegas.

“Pelanggaran yang dilakukan mahasiswa KKN akan kita kaji tingkatannya. Jika memenuhi unsur, maka yang bersangkutan akan kita tarik,” katanya.

Dr Suwito melanjutkan, seluruh mahasiswa KKN yang ditempatkan di kabupaten/kota se-Jawa Tengah tadi sudah mendapat pembekalan di kampus. Termasuk salah satunya pembekalan tentang membaca dinamika masyarakat bertepatan dengan tahun politik.

“Sebab diperkirakan, suhu politik termasuk di desa-desa juga akan meningkat seiring dengan pelaksanaan pemilihan kepala daerah. Mahasiswa diimbau untuk bersikap netral,” tegasnya.

Pada KKN Alternatif Tahap I 2018, Unnes menurunkan 110 orang mahasiswa dari berbagai fakultas di Kabupaten Semarang. Mereka ditempatkan di delapan desa yang tersebar di Kecamatan Bergas, Ungaran Timur, dan Kecamatan Bandungan.

 

 

(Ranin Agung /SMNetwork /CN41 )