image

NYALAKAN LILIN: Ketua Panitia Ign Indra Surya, Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi, Uskup Agung Semarang Romo Rubiyatmoko dan beberapa tokoh agama menyalakan lilin sebagai tanda terang, menjaga toleransi dan keberagaman. (suaramerdeka.com/Irawan Aryanto)

13 Januari 2018 | 21:06 WIB | Semarang Metro

Umat Diminta Jaga Keberagaman dan Toleransi

SEMARANG, suaramerdeka.com- Nuansa keberagaman memeriahkan perayaan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Gedung Gradhika Bakti Praja, Jumat (12/1) malam. Keberagaman terlihat, diantaranya dari ucapan Selamat Natal yang disampaikan para tokoh dari berbagai agama.

Ketua Panitia Perayaan Natal dan Tahun Baru 2017/2018 Pemprov Jateng, Ign Indra Surya mengatakan, sikap kebersamaan dalam keberagaman itu merupakan tatanan yang sudah terjaga baik dan dikembangkan dengan harapan Jawa Tengah tetap kondusif. "Perayaan Natal ini berjalan lancar dan tertib berkat dukungan semua pihak. Hal ini mencerminkan terus terpeliharanya toleransi, serta sikap saling menghargai dan menghormati. Dengan suasana damai maka diharapkan kesejahteraan masyarakat turut berkembang dengan baik," papar Indra.

Pada perayaan Natal 2017 yang mengangkat tema "Hendaklah Damai Sejahtera Kristus Memerintah Dalam Hatimu" itu lanjut Indra tidak hanya orang Nasrani saja yang
terlibat. Namun ada umat agama lain yang ikut berpartisipasi. Ada pula pernyataan dari tokoh agama di luar Nasrani yang mengucapkan selamat dan harapan.

"Sikap kebersamaan dalam keberagaman dan toleransimerupakan kunci terciptanya suasana yang  kondusif dan harus tetap terjaga dengan baik. Ini kami implementasikan dalam kegiatan resik-resik kutho, donor darah, khitan peduli Jateng Gayeng dan konsultasi kesehatan gratis yang dilaksanakan di sekretariat di Jalan Pusponjolo Barat Raya Nomor 69 Semarang, pertengan Desember lalu," papar dia.

Selain itu, kata Indra,  ada pasar murah yang dengan menyediakan sebanyak 3.000 paket sembako senilai Rp 20 ribu/paketnya. "Paket sembako itu berisi beras, minyak goreng, mi instan, dan telur yang nilainya Rp 20 ribu/paket, namun warga cukup membayar Rp10 ribu/paket," katanya.
    
Menyinggung tahun 2018 yang banyak disebut sebagai tahun politik, apalagi dengan adanya Pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jateng, Indra mengingatkan umat Nasrani harus berperan menyukseskan pesta demokrasi itu. "Silakan saja (memilih siapapun-red), berdoa, melaksanakan tugas sebagai warga negara untuk memilih pemimpin yang bisa membuat Jateng lebih baik dan sejahtera," pungkas dia. 

(Irawan Aryanto /SMNetwork /CN40 )