image

Foto: istimewa

11 Januari 2018 | 22:01 WIB | Parlemen Zaman Now

Komisi B DPRD Kab Semarang: Ganti Seluruh Kepala Pasar

UNGARAN, suaramerdeka.com- Komisi B DPRD Kabupaten Semarang meminta Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian Perdagangan mengganti seluruh kepala pasar. Permintaan tadi mengemuka karena target pendapatan yang ditetapkan pada 2017 tidak tercapai. “Target pendapatan dari sektor pasar tidak memenuhi target, itu dikarenakan beberapa persoalan,” kata Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang, M Basari, Kamis (11/1).

Persoalan yang dimaksud meliputi, retribusi pasar hingga persoalan pendapatan parkir di lingkungan pasar. Hal itu, sudah dibahas di tingkat komisi. Yang mana pihaknya menilai kinerja semua kepala pasar perlu dievaluasi. “Bahkan kita sudah menyarankan kepala pasar untuk diganti total. Pasalnya mereka sudah menjabat lama,” jelasnya.

Karena sudah lama menjabat, Basari menuturkan, tidak sedikit muncul pelanggaran kebijakan kinerja. Ia mencontohkan, dalam sepekan ada kepala pasar yang masuk sehari saja. Kemudian telah terjadi dugaan penjualan lapak maupun kios kepada pedagang baru yang itu jelas melanggar ketentuan. “Ada yang membangun tanpa koordinasi dengan kepala dinas. Kalau yang bersangkutan sudah main-main sendiri dengan kewenangannya, ya pasarnya jadi semrawut. Akhirnya target pendapatan menjadi tidak tercapai,” tambahnya.

Saran penggantian seluruh kepala pasar harus dijalankan dan menjadi pilihan. Artinya, bukan sekadar merotasi jabatan tersebut. Dengan kepala pasar yang baru, Basari optimistis yang bersangkutan pasti mempunyai komitmen untuk merubah kebiasaan buruk pejabat sebelumnya. “Kepala pasar yang kinerjanya buruk tentu tidak mensejahterakan masyarakat lewat pasar,” tegasnya.

Terpisah ketika dikonfirmasi, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian Perdagangan Kabupaten Semarang, Yoseph Bambang Trihardjono, memaparkan, target pendapatan di sektor pasar 2017 memang hanya tercapai sekitar 93 persen dari total target lebih kurang Rp 9,3 miliar. Pada dasarnya, sebagai pejabat baru di Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian Perdagangan ia ingin melakukan evaluasi kinerja seluruh staf termasuk kepala pasar. “Senin pekan depan saya akan menggelar rapat kali kedua melibatkan kepala pasar. Sisi obyektifitas harus dikedepankan, tidak bisa serta merta mengganti jabatan itu,” paparnya.

Apa yang akan dilakukan, merupakan bagian dari proses menuju kebaikan. Proses tadi diawali dengan digelarnya lomba resik-resik pasar selama periode Januari hingga Maret 2018. Melalui program itu, dirinya yakin kinerja staf mau pun kepala pasar bisa terdeteksi. “Pasar tradisional tidak hanya bersih, tertib, aman, indah, dan nyaman saja. Melainkan target pendapatan harus terpenuhi,” ucapnya.

Kaitannya dengan ketertiban pasar, Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian Perdagangan Kabupaten Semarang sudah berkoordinasi dengan Sat Lantas Polres Semarang, Satpol PP, serta Dishub untuk menggelar penertiban di Pasar Projo Ambarawa. Pasar Projo Ambarawa menjadi sasaran utama penertiban menyusul kondisinya butuh perhatian khusus dan banyak menuai keluhan dari masyarakat. “Trantib pasar kita ambilkan bantuan dari Pasar Bandarjo, Pasar Babadan, dan Pasar Karangjati. Kita tidak bisa bergerak sendiri, maka butuh dukungan dari instansi lain. Dua hari ini, dan seterusnya penertiban Pasar Projo akan kita kerjakan,” tukasnya. 

(Ranin Agung /SMNetwork /CN40 )