image

Foto: VideoHive

21 Desember 2017 | 13:12 WIB | Ibu dan Anak

Paparan Radiasi Tingkatkan Risiko Keguguran

IBU hamil yang terpapar radiasi tinggi dari berbagai sumber, seperti ponsel, alat-alat elektronik nirkabel dan menara komunikasi selular memiliki tingkat keguguran hampir tiga kali, dibanding mereka yang terpapar radiasi rendah, menurut sebuah riset baru.

Ponsel, telepon nirkabel dan alat-alat nirkabel lainnya, peralatan, kabel sambungan listrik, kabel jaringan dan menara telekomunikasi, menghasilkan radiasi non-ionisasi dari medan-medan magnet.

"Saya berharap studi ini membuat kita berpikir kembali pandangan bahwa medan magnet radiasi non ionisasi itu aman atau tidak ada berisiko pada kesehatan. Ini penemuan yang tidak bisa kita abaikan," kata Dr. De-Kun Li, peneliti senior di Kaiser Permanente Division of Research di Oakland, California.

Dalam tulisan di Scientific Reports, Li dan timnya menyebut penyebaran emisi medan elektromagnetik merupakan tantangan kesehatan yang serius.

Untuk keperluan studi, lebih dari 900 perempuan hamil di San Francisco membawa alat ukur yang mengukur paparan radiasi medan elektromagnetik terhadap mereka selama 24 jam.

Setelah menghitung usia, ras, pendidikan dan kebiasaan merokok, para ibu hamil yang terpapar tingkat radiasi tinggi dalam rutinitas keseharian mereka memiliki 2,7 kali kemungkinan untuk mengalami keguguran, dibanding dengan ibu hamil yang terpapar radiasi paling rendah.

Para peneliti tidak bisa menentukan sumber emisi radiasi. Namun mereka mencatat bahwa sumber-sumber umum, seperti kabel jaringan listrik dan peralatan, menghasilkan medan magnet frekuensi rendah. Sedangkan sumber-sumber yang baru bermunculan, seperti ponsel dan jaringan pengukur pintar, menghasilkan frekuensi medan magnet lebih tinggi.

Hasil penelitian ini menekankan perlunya penelitian tambahan terhadap kemungkinan dampak buruk teknologi pada kesehatan. "Kami ingin orang-orang mulai berpikir kembali asumsi bahwa paparan medan magnet itu aman," kata Li dalam wawancara via telepon dengan VOA.

Olga V. Naidenko, penasihat ilmu pengetahuan senior dari Kelompok Kerja Lingkungan di Washington D.C., yang tidak terlibat dalam penelitian, menggambarkan penemuan ini sebagai sangat menarik sekaligus mengkhawatirkan.

Seperti halnya Li, dia meminta lebih banyak penelitian terhadap dampak biologis radiasi elektromagnetik.

“Kita butuh pemahaman yang lebih baik tentang sumber-sumber radiasi non-ionisasi sekitar rumah yang menyumbang pada risiko kesehatan, sehingga keluarga dan semua orang mendapatkan informasi yang diperlukan untuk melindungi kesehatan mereka,” katanya.

Sementara itu, dia menyarankan anak-anak dan orang dewasa, terutama perempuan hamil untuk mengurangi paparan radiasi elektromagnetik dengan menjauhkan ponsel dan peralatan nirkabel lainnya dari tubuh mereka.

(VOA /CN33 )