Home   Budaya   Wisata   Kampus   Politik   Kuliner   Agama   Berita   Tips   Pewarta   

Membaca Mitos Aryo Jipang PDF Cetak E-mail
Penilaian Pembaca: / 58
BurukTerbaik 
Ditulis Oleh Sunaryo   
14-03-2008,
Nama Cepu semakin mengglobal seiring dengan rencana eksplorasi Blok Cepu. Pengekplorasian minyak ini mau tidak mau turut mengangkat nama kota di ujung timur wilayah Jawa Tengah yang berbatasan dengan Jawa Timur ini. Hampir setiap saat Cepu disebut dalam berbagai media, baik lokal, nasional, maupun internasional. Cepu memang dikaruniai potensi alam yang menarik, terutama kandungan minyak yang melimpah. Potensi alam ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin berkunjung.

Image
Petilasan Arya Jipang
Selain minyak, sesungguhnya Cepu memiliki daya tarik lain yang tak kalah menarik. Salah satunya adalah objek wisata sejarah. Objek ini berupa peninggalan sejarah masa lampau, Petilasan Kadipaten Jipang Panolan. Kerajaan ini terkenal di masa pemerintahan Adipati Aryo Penangsang dengan tunggangan kuda saktinya, Gagak Rimang. Petilasan ini terletak di desa Jipang, berjarak sekitar 8 kilometer dari kota Cepu.

Untuk mencapai daerah Jipang, bisa ditempuh dengan kendaraan sepeda motor atau mobil. Petilasan ini berbentuk makam Gedong Ageng yang dahulu merupakan bekas pusat pemerintahan dan bandar perdagangan Kadipaten Jipang. Di tempat ini bisa ditemukan Petilasan Siti Hinggil, Petilasan Semayam Kaputren, Petilasan Bengawan Sore, Petilasan Masjid, dan makam kerabat kerajaan waktu itu, antara lain makam Raden Bagus Sumantri, Raden Bagus Sosrokusumo, Raden Ajeng Sekar Winangkrong, dan Tumenggung Ronggo Atmojo. Di sebelah utara Makam Gedong Ageng dapat ditemukan Makan Santri Songo. Disebut demikian karena di situ dapat ditemukan sembilan makam santri dari Kerajaan Pajang yang dibunuh oleh prajurit Jipang karena dicurigai sebagai telik sandi atau mata-mata pemerintahan Pajang.

Menurut juru kunci Makam Gedong Ageng, Salekun (50), setiap hari selalu ada pengunjung yang datang ke makam. Tidak saja dari daerah di sekitarnya, tapi juga dari luar daerah, terutama Solo dan Yogyakarta. Banyak juga peziarah dari Surabaya dan Jakarta. Mereka datang dengan berbagai maksud. Ada yang sekadar ingin mengunjungi dan melihat dari dekat peninggalan sejarah zaman Mataram Islam ini, banyak pula yang datang dengan hajat tertentu, seperti pengusaha yang ingin sukses, pejabat yang ingin kedudukan, atau berharap kesembuhan bagi kerabat yang sakit. "Saya kerap dimintai bantuan untuk menyampaikan maksud-maksud tersebut," ujar generasi ketiga dari trah juru kunci makam itu yang telah sebelas tahun lebih mengabdikan dirinya.

Mitos di Seputar Jipang

Sosok Aryo Penangsang sebagai penguasa Jipang Panolan sangat dihormati masyarakat Jipang. Karena rasa hormat itu pula, mereka sampai tak berani membicarakan tentang Adipati yang dibunuh oleh Danang Sutowijoyo ini. Saat saya mencoba menanyakan hal tersebut kepada beberapa warga, mereka menolak menjawabnya. Alasannya, mereka takut kualat kalau membicarakannya.

Setiap pengunjung wisata sejarah Jipang ini harus menjaga sopan santun, terutama saat masuk ke lingkup makam. Menurut juru kunci Salekun, ada beberapa pantangan yang tidak boleh dilanggar saat berkunjung ke makam. Pantangan itu antara lain dilarang membawa benda-benda yang ada di lingkungan makam, bahkan secuil tanah pun. Pengunjung juga diminta untuk uluk salam terlebih dahulu saat akan masuk makam, dan jangan tinggi hati atau menyepelekan hal-hal yang ada dalam kompleks makam. "Kalau pantangan-pantangan ini dilanggar biasanya ada kejadian yang tidak baik menimpa orang tersebut," ujarnya.

Salekun bercerita, dahulu pernah ada pejabat pemerintahan Blora yang mengambil sebuah batu bata di lingkungan makam. Saat diingatkan oleh juru kunci, pejabat tersebut berujar,"Aryo Penangsang iku Bupati, aku ya Bupati. Apa bedane?" Mendapat jawaban tersebut akhirnya juru kunci membiarkan pejabat tersebut membawa pulang batu bata dengan dibungkus kain putih dan disimpan di rumahnya. Beberapa hari kemudian tersiar kabar bahwa pejabat tersebut meninggal dunia. "Tapi, saya tak tahu persis apa ada hubungan antara batu bata dengan meninggalnya pejabat tersebut," tukasnya. Cerita-cerita mistis yang bersumber pada sosok Aryo Penangsang tumbuh subur di Jipang. Misalnya ada cerita yang mengatakan bahwa sesekali aliran sungai Bengawan Sore yang berada dekat makam airnya berwarna merah darah. Darah itu diyakini berasal dari darah Aryo Penangsang saat ditombak oleh Danang Sutowijoyo. Ada juga yang bercerita bahwa di sekitar Bengawan Sore ada pohon kelapa yang kerap didatangi oleh kuda tunggangan Aryo Jipang, Gagak Rimang. Kalau malam terdengar ringkikan kuda tersebut. Konon pohon kelapa tersebut dahulu merupakan tempat untuk menambatkan kuda Gagak Rimang.

Tidak hanya itu, pasir yang berada di sungai Bengawan Sore tidak berani ditambang oleh penduduk. Padahal, pasir di sungai itu terkenal kualitasnya bagus. Penambangan hanya terjadi di sungai Bengawan Solo yang melintasi sebagian wilayah Cepu. "Dahulu pernah ada yang berani menambang, tapi saat pasir dibawa ke Pati dengan truk, esok harinya truk kembali dengan membawa pasir itu lagi," cerita Salekun.

Warga Jipang juga memiliki tradisi sedekah bumi sebagai ungkapan rasa syukur. Tradisi ini disebut dengan manganan dan biasanya dilakukan di makam Gedong Ageng. Setidaknya ada tiga acara manganan, yakni saat turun hujan pertama kali, saat tanam padi, dan saat panen. Acara ini biasanya disertai dengan pertunjukan seni tradisi, seperti ketoprak, wayang krucil, wayang kulit, atau seni tradisi yang lain. Namun pantangannya, "kalau nanggap kethoprak jangan sampai mengambil lakon Aryo Penangsang. Bisa berbahaya!" ungkap Salekun wanti-wanti.

Sunaryo, S.Pd, guru SMP N 1 Tunjungan Blora
Views: 17802

Komentar (33)
RSS comments
1. 29-06-2013 20:26, 20:26
NGURI - NGURI BUDAYA
NGURI-NGURI BUDAYA ADALAH KEWAJIBAN KITA, INI PESAN SRI SULTAN SURYO ALAM JOYOKUSUMO, SULTAN DEMAK SEKARANG INI, DAN ARYO PENANGSANG ADALAH TERMASUK LELUHUR, SINUWUN SULTAN DEMAK KARENA ARYO PENANGSANG ADALAH LELUHUR BELIAU.SY JUGA ASLI CEPU. SEKARANG TINGGAL DISURABAYA.
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
2. 29-06-2013 20:18, 20:18
NGURI - NGURI BUDAYA
Mudah2an Kita bisa nguri2 / sekaligus menghormati Leluhur Kita, jangan melihat sisi buruknya tapi Kita harus melakukan bagaimana cara menghormati itu? Sy ingat pesan DYMM Sri Sultan Suryo Alam Joyokusumo Raja Demak yang sekarang ini, yang juga kerabat Aryo Penangsang, karena Aryo Penangsang adalah Cucu Raja Demak yang Pertama Yaitu Sri Sultan Suryo Alam Syah Al-akbar / R. Patah.Kebetulan Saya Tanggal 4 - 7 Juni 2013 yang lalu dalam rangka Jumenengan / Malam penganugrahan gelar Kerabat Kraton Glagahwangi Dhimak di Demak Jawa Tengah bersama saya ada juga Bpk Sutiyoso hadir dalamPenganugrahan Gelar, yaitu juru kunci Makam Aryo Penangsang di Cepu mendapatkan Gelar Ki Lurah dari Sinuwun Sultan Demak,tapi saya tidak bisa bincang2 karena banyak tamu2 Raja2 senusantara. Sy mohon brangkali ada tahu namanya, meskipun sy kerabat Demak, tapi Embah saya dari Kedungtubang yang notabene itu wilyah Kadipaten Jipang. dan saya sendiri sekarang tinggal diSurabaya. Pesan Sinuwun Sultan Demak adalah Ayo Mikul Duwur Lan Mendem Jero, Amalkan ajaran Islam Pelihara Nilai Budaya yang notabene sebagai media Dakwah Sunan- Sunan.jadi saya yang juga lahir dicepu,maka punya kewajibang nyengkuyung leluhur kita.sy sendiri sebagai Keturunan beliau juga belum Pernah ziaroh, Insya Alloh kalau sudah mudik ke Randublatung,
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
3. 20-02-2012 10:12, 10:12
Persaudaraan Keluarga Silihwangi
Assalamu'alaykum.. Mohon maaf,sebagai wacana penulis.. Ibu saya dari suku Sunda (Tasik Panjalu) dan Ayah saya dari Palembang (Ulak Bandung tepi sungai Lematang). Sekarang kami sering menghadiri upacara adat nusantara (dari Seren Taun Raja-Raja Sunda, Keraton Yogyakarta, Cirebon dsb.. Jika bertemu dengan orang-orang tua pada acara tersebut pasti mereka cerita tentang asal usul puyang saya.. dongengnya mulai hubungan kekeluargaan dari garis Dipati Jipang, Pajang, Paku Alam, dsb.. kadang bingung juga sich.. tapi ini yang membuat saya bangga menjadi pencinta budaya nusantara.. Alhamdulillah..
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
4. 23-03-2010 14:19, 14:19
tmbang pasir
ya kemarin ada penambang yang nekat nambang pasir tapi ga berthan lama dan setelah itu mnjadi petaka desa tersebut.
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
5. 23-03-2010 14:17, 14:17
jawabn pertimbangan
1. masalah nama\" yang ada pada makam keramat yang telah disampaikan itu belum tentu kebenaranya, karena itu masih konon( katanya orang jaman dulu) yang secara turun temurun. berhubung mbah saya dulu juga juru kunci makam gedong ageng( mbh Lurah noto sedono ngari) juru kunci ke-2 kalo ga salah.
2. untuk pohon kelapa yang ada di sekitar situ uadah ga ada lagi.
3. pada tradisi yang di sampaikan memeang benar, tapi hanya kesenian wayang Krucil. tapi uantuk yang nanggap ketoprak setahu saya semnejak saya umr hampir 23thn itu sih belum pernah hanya dulu kata ayah saya pernah ada hajatan yang menanggap tapi buakn untuk prosesi sedekah bumi, dan menjadi mala petaka karna pada lakon di mulai pada berjatuhan ular weling(hitam putih) dari atap panggung.
4. untuk makam santri songo memang jumlahnya ada 9 tpi katanya salah satu dari makam ituy adalah makam sandangan atau baju yang dikenakan para santri tersebut. karna masih ada santri yang lolos dan santri tersebut membuat/mndirikan pondokan yang salah satunya adalah di desa tawang seberang jipang.  
5. ini untuk di jadikan perhatian bagi pembaca, di desa tersebut banyak juru kunci yang bermunculan sejak meninggalnya mbh Lurah Ngari, ya saran saya hati- hati aja jika ingin berkunjung ke tempat wisata tersbt. karna sudah banyak yang jd korban penipuan. kemarin baru saja di tangkap polisi krna kasusu penggandaan uang, korbanya orang Kapuan. mohon maaf ya ini buakn maksud untuk mencela di antara nya ,krna ini memang keadan yang sebenrnya.
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
6. 13-03-2010 09:57, 09:57
ARYO PENANGSANG
samapi saat ini petilasan/peninggalan tersebut masih dirawat.
setau saya aryo penangsang adanya di jipang.
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
7. 13-03-2010 09:39, 09:39
asli jipang
setau saya arya penangsang itu adanya di jipang, sampai saat inipun petilasan tersebut dirawat dengan baik :roll
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
8. 24-01-2010 05:09, 05:09
asli jipang
Perhatikan bahwa nanti negara ini akan makmur seperti yang kita inginkan bersama sesuai dengan cita-cita luhur Eyang Aryo Penangsang Negara ini dipimpin oleh yang terlahir dari Gen sucinya...Amiiin
Guest
Mas Agung
9. 12-01-2010 21:03, 21:03
Sama Tapi Tak Serupa...Serupa Tapi Tak S
Sejak-ku kecil diDUSUN-ku(Dusun TANGSI LONTAR KEC.PENGANDONAN KAB.OGAN ULU - BATURAJA Prov.SUMATERA SELATAN), secara turun- temurun masyarakatnya sangat meyakini/ mengkeramati CERITA sosok sakti yang bernama \"PUYANG KRI ARUN\", (Situsnya ada dlm areal Masjid di Dusunku tersebut, menurut JURU KUNCI,beliau lebih dikenal di Pulau Jawa dengan sebutan \"ARYA JIPANG\" yang konon bersal dari \"alam\" ada dengan sendirinya (tanpa proses persalinan/lahir) 
>>Flashback...>> Tersebutlah sosok \"Puyang SEKEHENDAK HATI\" ( sudah pasti orang SAKTI namanya aja SEKEHENDAK HATI) yang kemudian isterinya melahirkan bayi bernama \"RYA DAUD/ ARYA DAUD\", tradisi masyarakat suku OGAN kala itu, bayi yang baru lahir harus dimandikan diSUNGAI OGAN, setelah bayi tersebut usai dimandikan. Diranjang bayi yang baru lahir tadi terdapat \"BAYI\" DATANGAN yang \"SERUPA\" yang tidak memiliki \"PUSAT/PUSAR\" kemudian bernama \"KRI ARUN\" yang Konon kemudian kesaktiannya melebihi putra kandung \"Puyang Sekehendak Hati\" 
Singkat Cerita sosok KRI ARUN (yang kemudian diJawa lebih dikenal dg sebutan ARYA JIPANG) kian hari tak pernah puas dengan kemenangannya setiap perang tanding adu kesaktian...hingga jenuh tak pernah kalah setiap adu kesaktian dengan para lawan2nya. Rasa penasaran kian menjadi dalam benak KRI ARUN/ Arya Jipang,... apakah darahku berwarna merah (saking tak pernah berdarah)waktupun berlalu hingga sampailah beliau di \"MUARA sungai OGAN\" dan bertemu sosok misterius berjubah putih(Syekh) yang sdg berdiam diri ditepian muara sungai tersebut,...kemudian diajaklah bertanding adu kesaktian...singkat cerita, setelah mengeluarkan banyak jurus dan ilmu kesaktian terceburlah keduanya lalu mereka buka baju dan sama-sama memperhatikan badan lawan,...ternyata mereka berdua sama-sama tak memiliki PUSAT/PUSAR....dalam kelelahan tak ada yang kalah dan dikalahkan,tak ada yang takluk dan ditaklukan akhirnya mereka berdua BERJABAT TANGAN mengucap sumpah setia BERSAUDARA sosok berjubah putih tadi dikenal kemudian dg nama KI MEROGAN(Kiai Muara sungai OGAN) 
Situs ketiga tokoh tersebut diatas banyak dikunjungi peziarah dari berbagai daerah dan luar pulau dg berbagai maksud dan tujuan  
 
Hemat saya dari petikan kisah tersebut di NUSANTARA ini banyak kesaman tokoh bersejarah antara satu daerah dg lainnya satu pulau dg lainnya. jadi kita ini memang benar-benar BERSAUDARA \"PERSAUDARAAN NUSANTARA\" jadi janganlah terlalu membanggakan (so\'-so\'an terlalu bangga dengan daerah asalnya)sosok/tokoh mahsyur didaerahnya sendiri, hargai juga tokoh dari daerah lain, bukan tidak mungkin tokoh yang dibanggakan asli berasal dari daerah orang yang diremehkan tersebut...
 
,...>>Mudah2an uraian singkat ini ada hikmahnya untuk kita semua...amiin
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
10. 31-10-2009 02:30, 02:30
leluhurku
dari kecil saya slalu dicritakan mbah saya sosok haryo penangsang yang gagah wibawa pemberani dengan gagah menghadapin trik politik pajang.katak mabh keluarga masih keturunan haryo penangsang sampai2 keluarga aku jangan memelihara ayam bekisar amam baju hitam2 terlepas dari benar apa ngak aku suka sosok haryo penansang pemberani meskipun dikeroyok oleh pajang.
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya


Home   Budaya   Wisata   Kampus   Politik   Kuliner   Agama   Berita   Tips   Pewarta   
©2008 SuaraWarga - Suara Merdeka CyberNews Groups
Groups
Suara Merdeka

PENCARIAN
ANGGOTA





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
TERPOPULER
TERBAIK
POLING
KOMENTAR TERBARU
apakah ini yang dinamakan cinta kadang terkadang bikin set...
selengkapnya...

untuk lamanya kuliah berapa lama ya? dan untuk biyaya masukn...
selengkapnya...

Tidak semua MLM itu haram,kita perlu mengamati dengan teliti...
selengkapnya...

Karena karyawan JNE cimone-tangerang menyempelekan komplain ...
selengkapnya...

Yang ingin diskusi tentang kebudayaan Jepang, bisa hubungi n...
selengkapnya...