Home   Budaya   Wisata   Kampus   Politik   Kuliner   Agama   Berita   Tips   Pewarta   
Vastenburg dalam Kenangan PDF Cetak E-mail
Penilaian Pembaca: / 6
BurukTerbaik 
Ditulis Oleh Parfi Khadiyanto   
09-12-2008,
  Benteng Vastenburg peninggalan Belanda di kota Solo rencananya akan diubah menjadi hotel berlantai 13 dan pusat perbelanjaan modern. Benteng ini dibangun tahun 1775, merupakan salah satu dari 300 benteng peninggalan Belanda yang ada di Indonesia. Tetapi sungguh sayang bahwa benteng ini merupakan satu-satunya benteng yang sudah menjadi milik swasta, bukan milik negara lagi.

Menurut kebiasaan orang Jawa yang selalu bilang “untung” dalam setiap kondisi, maka mestinya kita (orang Jawa) masih bisa bilang “untung cuman satu”, jadi masih ada 299 benteng yang menjadi milik negara.

Sebenarnya apa sih ruginya benteng peninggalan Belanda dimiliki swasta? Nah ini yang perlu didiskusikan. Konon, seperti tulisan di awal, bahwa oleh pemiliknya, benteng ini mau diubah menjadi hotel. Pertanyaannya sekarang, seandainya benteng ini masih dimiliki negara (pemkot Solo), apa ya tidak akan diubah jadi hotel atau pertokoan? Nek podo wae jawabane, kenapa musti ribut?

Tetapi, ingatlah bahwa benteng ini ternyata masuk dalam perlindungan benda cagar budaya yang harus dilindungi dengan cara preservasi, rekonstruksi, dan revitalisasi. Preservasi itu artinya mengembalikan seperti semula, rekonstruksi juga ndandani seperti awal meskipun mungkin bahan bangunannya dari bahan imitasi (baru), sedangkan rekonstruksi adalah membangun kembali dengan penyesuaian-penyesuaian.

Kalau berubah jadi hotel, apane sik dilindungi? Memang sebenarnya bisa juga direkonsruksi jadi hotel dengan syarat harus memperhatikan bentuk dan nilai arsitektur sejarahnya yaitu dengan mengembalikan bentuk lama dan mengatur bangunan baru agar sesuai untuk fungsi hotel, ini agak sulit, tapi tetap bisa.

Parfi Khadiyanto
Dosen Perencanaan Wilayah dan Kota FT UNDIP

Views: 2312

Komentar (9)
RSS comments
1. 12-12-2008 09:45, 09:45
benteng milik siapa ?
kalau kita melihat asalusulnya kan benteng itu yg membangun penjajah belanda yg mana sumber pendanaannya berasal dari memalak SDA dan SDM Indonesia jadi benteng-2 tersebut harus dimiliki negara utk dikelola dan dimanfaatkan sebesar-2nya untuk kemakmuran rakyat
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
2. 11-12-2008 10:52, 10:52
dimanfaatin aja
daripada jadi bangunan mati memang lebih baik jika bangunan bersejarah difungsikan dengan tanpa mengubah nilai artistik ataupun kesejarahannya, dengan catatan aturan mainnya benar-benar ditegakkan dan konsisten.
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
3. 11-12-2008 10:42, 10:42
dimanfaatin aja
daripada jadi bangunan mati memang lebih baik jika bangunan bersejarah difungsikan dengan tanpa mengubah nilai artistik ataupun kesejarahannya, dengan catatan aturan mainnya benar-benar ditegakkan dan konsisten.
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
4. 11-12-2008 07:17, 07:17
Benteng peninggalan Kuno
Yg heran bangunan peninggalan Belanda bisa jadi milik perorangan,tolong diselidiki mungkin berkas2nya ngga beres.
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
5. 10-12-2008 13:27, 13:27
sungguh eman eman
Menurut saya (yg juga wong Solo), jika benda/situs bersejarah satu persatu dihancurkan, lalu diganti dg "barang baru", bagaimana kita bisa disebut sbg bangsa yg menghargai budaya & warisan nenek moyang yg bersejarah ?! 
Jika kita menonton film2 barat, bangunan2 / gedung2 / university / perpustakaan atau sejenisnya tetaplah berbentuk bangunan aslinya (bangunan kuno), namun isinya sangat modern. Mereka hanya perlu melakukan renovasi / peremajaan, dan bukan menghancurkan dan menggantinya dengan yg 100 % baru.
Yang sangat tragis adalah, suatu saat nanti, anak cucu kita jika ingin melakukan riset / study literatur / observasi / nyari data (ya pokoknya semacam itu-lah) tentang sejarah bangsa Indonesia, maka mereka justru harus pergi ke luar negeri karena di negara kita sendiri hal2 indah tersebut sudah musnah.  
Kalau sudah seperti itu, PIYE ‘JAL ???!!!
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
6. 10-12-2008 11:22, 11:22
weleh-weleh
lha iya kalo semua bangunan kuno/bersejarah dijual/dibangun jadi pusat bisnis trus apa peningalan sejarah yg dapat kita ceritakan buat anak cucu kita nantinya,apa ga ada lahan/bangunan lain yg dapat dujual yaa....??? 
nanti lama - lama keraton juga dijual tuh...!!!
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
7. 10-12-2008 11:01, 11:01
setuju!!!
saya setuju dengan pendapat bapak..apabila ide bapak direalisasikan, artinya dibuat hotel dengan beberapa penyesuaian, maka daya tarik wisatanya juga akan tinggi..bukankah kemarin Solo baru saja menyelenggarakan world heritage cities se Asia Pasifik..dengan demikian warga solo dan pemkot juga bisa bangga punya bangunan klasik yang bisa dijadikan objek wisata...saya yakin devisa kota Solo juga bisa meningkat..ini pendapat saya, terimakasih...
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
8. 09-12-2008 19:51, 19:51
Pengin Foto yang lain?
Bagi teman-teman arsitek dan planner di Solo yang pengin melihat foto lainnya, bisa buka di http://www.parfikh.blogspot.com, atau kirim langsung ke email: Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya atawa Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
Registered
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
9. 09-12-2008 18:48, 18:48
walah kok sayang yo
inilah potret negara kita...lha setiap saat kenapa mesti kita kehilangan sebuah bangunan yang bersejarah dan bernilai tinggi..
kenapa setiap kemajuan harus mengorbankan hal - hal seperti itu...sayang banget yach...
coba khlo bangunan itu dirawat baik2 pasti akan lebih bermanfaat untuk pendidikan anak2 penerus bangsa....
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya

Beri Komentar
  • Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail
Judul:
Komentar:



Kode:* Code


AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - All right reserved

Home   Budaya   Wisata   Kampus   Politik   Kuliner   Agama   Berita   Tips   Pewarta   
©2008 SuaraWarga - Suara Merdeka CyberNews Groups
Groups
Suara Merdeka

PENCARIAN
ANGGOTA





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
TERPOPULER
TERBAIK
POLING
Apakah Suara Warga ini memberikan manfaat bagi anda?
 
KOMENTAR TERBARU
iya yah,kapan rapel itu di cairkan di kab cianjur juga belum...
selengkapnya...

Untuk rekan2 yang ingin masuk PTN tapi terganjal mafia Unive...
selengkapnya...

Mencoba untuk berpikiran positif, berprasangka positif, beru...
selengkapnya...

Dari komentar yang ada KKN masih sangat diperlukan bagi maha...
selengkapnya...

waduh ngaco nih mas tunggul. manusia yang berbuat kesalaha...
selengkapnya...

MASCOM WAWASAN CEMPAKA OLGA OTOSPEED YUNIOR SUARA SAKTI TRAX FM