Home   Budaya   Wisata   Kampus   Politik   Kuliner   Agama   Berita   Tips   Pewarta   

Hentikan Kebrutalan FPI PDF Cetak E-mail
Penilaian Pembaca: / 81
BurukTerbaik 
Ditulis Oleh Yorie Pramudya   
04-06-2008,
Nama besar bangsa Indonesia kembali tercoreng karena tindakan brutal massa FPI. Berbagai pemberitaan media menyiarkan tindakan keras kelompok yang menamakan diri Ormas Islam itu.
Banyak pihak mengecam tindakan brutal FPI, yang cenderung mneggunakan kekerasan untuk menentang hal yang mereka nilai 'tidak sesuai ajaran Islam'. Dalam pikiran kita kadang muncul pertanyaan, apa sih maunya orang-orang FPI itu? Memangnya negara ini milik nenek moyang mereka? Apa massa FPI tidak punya pekerjaan, keluarga, dan masa depan yang jelas, sehingga sering sekali membuat kerusuhan dan keributan yang akhirnya menimbulkan kerusakan dan terlebih korban jiwa, dengan berdalih membela Islam?

Dengan atribut yang khas, tampang beringas, tindakan brutal mereka sering mengganggu ketentraman masyarakat. Namun, pemerintah dan aparat tampak tak berdaya untuk menindak tegas FPI. Sepertinya justru pemerintah yang ketakutan ketika harus berhadapan dengan massa FPI.
 
Entah apa yang menjadi dasar kebrutalan kelompok FPI ini. Padahal, sejak dulu masyarakat Indonesia telah terbiasa hidup rukun dan berdampingan dengan kelompok dari beragam agama dan kepercayaan. Sebut saja kota Salatiga. Masyarakat kota kecil di tengah pulau Jawa itu, senantiasa menjaga kerukunan hidup antar pemeluk agama. Para alim ulama, da'i, kyai, romo, pendeta, biksu, beserta umat mereka masing-masing selalu bersatu dengan kuat meskipun keyakinan dan iman mereka berbeda-beda.
 
Tidakkah masa FPI mempunyai kerinduan seperti itu? Bisa hidup penuh kerukunan, damai sejahtera, saling mengasihi bisa hidup tenteram dengan saudara-saudara yang lain.
 
 

Views: 12051

Komentar (107)
RSS comments
1. 09-11-2008 19:47, 19:47
Abu fais said: 
 
ANGGOTA FPI YANG TERANIAYA 
saya sebagai salah satu anggota FPI sudah tidak tahan lagi..... terdapat banyak kekerasan yang kami lakukan dengan mengatasnamakan Allah...
kami dipaksa ikut menggrebek tempat prostitusi tetapi dihari biasa saya di ajak oleh salah satu petinggi FPI (tidak berani saya sebutkan karena masalah nyawa saya) mencari wanita malam, memeras para pedagang dan pengelola tempat2 hiburan, mengambil tanah orang untuk dijadikan tempat kumpul Anggota FPI, dan masih banyak yang tidak berani saya sebutkan karena masalah nyawa saya... kalau tidak percaya silahkan anda sekalian buktikan di lapangan...
saya juga tidak berani keluar dari anggota FPI karena takut dibilang pengkhianat... padahal saya sudah tidak tahan lagi... semoga ada seorang penolong... kami mau keluar dari FPI tanpa takut terancam...
Tolong ...
Anggota FPI yang teraniaya
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
2. 11-09-2008 10:37, 10:37
violence
Untuk bertindak destruktif, manusia tidak membutuhkan pelajaran terlalu lama (Baca Eric From ttg akar kekerasan). Itu merupakan sejarah panjang umat manusia. Kekerasan itu merupakan sesuatu hal yang bisa dimengerti....Konon berbagai aturan entah dari mana asalnya entah seberapa profan dan sucinya,...dimaksudkan untuk memperkecil keadaan itu. Benarkah?
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
3. 24-08-2008 13:44, 13:44
keterlaluan
bukanjaman nya lagi gontok gontokan,kalian masuk media televisikalian dilihatdi semua pelosok nusan tara ini anda arogan dan tidak bermutu sama sekali dimana ada keributan eng kolah biang nya FPI,tunjuk kanlah nuranimu untuk menyelesikan masalah.
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
4. 23-07-2008 05:49, 05:49
FPI oh FPI
tujuan FPI memang mulia yaitu ingin menjalankan amar ma'ruf nahi mungkar, tetapi kalo melakukan perusakan itu adalah perilaku fasiqin. janganlah kalian kotori tujuan mulia dengan cara yang salah. bahwasanya tidak ada pemaksaan dalam beragama haruslah juga dipegang. karena setiap individu akan mempertanggungjawabkan perbuatannya masing2.
Registered
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
5. 01-07-2008 12:59, 12:59
Yg begini ini . . . .
Ya yg begini inilah yg saya inginkan. Buat bung ehza & bung yayan, isinya sungguh obyektif. OK ! 
 
Buat para komentator lainnya, contohlah komentar2 yg ditulis dengan kadar obyektifitas tinggi spt di atas misalnya. Justru spt inilah yg mampu menghidupkan suasana demokratis rubrik ini. Jangan spt para komentator "plus" (plus provokator).
 
BuaT bung penulis, selamat ! smp skrang pun, msh ada juga yg membaca dan memberi comment pd tulisan njenengan (meskipun beberapa mrpkan "pemain lama".
 
Buat FPI, teruskan perjuangan utk meluruskan jln Alloh !!!
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
6. 29-06-2008 17:07, 17:07
FPI TENGOKLAH PATI
dipati banyak sekali tempat2 karaoke yg dijadikan transaksi.para Ulama tidak berbuat apa2? di sinyalir di bekingi para org kuat.FPI...TENGOKLAH PATI..!!!
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
7. 29-06-2008 09:24, 09:24
Sedih Banget
Sedih melihat sebagian komentators d sini. Kenapa harus dihubung-hubungkan dengan agama tertentu. Seharusnya kita menilai obyektifitas maupun sportifitas dari sebuah tulisan. Jangan semakin memperkeruh keadaan dengan menghubung-hubungkan dengan agama tertentu dari seorang penulis.
 
Sejujurnya saya muslim tulen 1000%, tapi melihat permasalahan pada tragedi monas harus tetap mengedepankan tawassuth wal i'tidal. Anarkisme tetaplah anarkisme (dalam hal ini mengacu pada tragedi monas saja) apapun bajunya. Namun lantas jaganlah anarkisme yang dilakukan FPI pada tragedi monas seolah-olah sebagai justifikasi bahwa kelompok secara membabi buta harus dimusnahkan. Vokuslah terhadap permasalahan monas saja, titik. "KEDUA-DUANYA SAMA-SAMA MELAKUKAN KESALAHAN" dan harus sama-sama diproses sesuai hukum.
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
8. 28-06-2008 12:06, 12:06
buat para komentator nich
buat cak sartono suroboyo, simbah bayan, komentarnya kembali spt dulu lagi. Gak mutu blas! Prihatin aku.
 
Sedulur2 liyane sing padha nulis, sakdurunge nulis dipikir dulu ya!Janganlah menyangkut SARA (apalagi agama). Komentar yg berkualitas, mencerminkan diri anda yg berkualitas pula.  
 
Buat sedulur2-ku FPI, jangan gentar! Jika berjalan di jalan Alloh, pasti banyak ridho menyertaimu. Amien.
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
9. 24-06-2008 19:13, 19:13
Teruskan Perjuanganmu Saudaraku FPI
Saya bukan anggota FPI, tapi saya dukung habis perjuanganmu untuk menegakkan amar maruf nahi mungkar, habis pemerintah pada menutup mata dengan semua kemaksiatan yang ada. Hidup hanya sekali, basmi terus kemungkaran dan kemaksiatan.
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
10. 24-06-2008 18:45, 18:45
Sarujuk karo kang reksoe
Aku setuju sama kang Reksoe...terbongkarnya kedok si Yorie, akan membuka kebenaran bahwa tulisannya ini hanyalah sebagai ekspresi kebencian dan sentimen agama saja. Bukan suatu solusi dan perdamaian, yg ditulis, tp memupuk permusuhan. Perkataan "Kebrutalan FPI" sungguh sangat tidak fair.! Krn Kbrutalan dan Ketegasan sangat berbeda dan beralasan beda. Gimana kalo saya ganti Judul Yorie ini dg" Hentikan Kebrutalan Yorie" ??? Anda jelas brutal Yorie...Brutal dalam penuangan pemahaman dan pemikiran anda terhadap suatu kasus ! Andaikan makan, anda tak pernah mengunyah..langsung telan, tanpa perlu mengunyah..! Ciri khas orang yg terbiasa makan doktrin !! Telan saja , jgn pernah bertanya mengapa meski di telan..!! Kang Reksoe..aku info aja, ada kemungkinan si Yorie ini telah menghilangkan jejak dg jalan keluar dari FS. Krn , FS nya pernah muncul..!! Mari bung Yorie..pertanggungjawabkan tulisan anda ini dg gentlemen..! Munculkan Profil anda selengkapnya..! Agar kita semua tahu..yg kamu punyai bukan Obyektifitas..tp cuman sebuah kebencian terhadap Islam yg kamu kamuflasekan ..!!!
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya


Home   Budaya   Wisata   Kampus   Politik   Kuliner   Agama   Berita   Tips   Pewarta   
©2008 SuaraWarga - Suara Merdeka CyberNews Groups
Groups
Suara Merdeka

PENCARIAN
ANGGOTA





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
TERPOPULER
TERBAIK
POLING
KOMENTAR TERBARU
apakah ini yang dinamakan cinta kadang terkadang bikin set...
selengkapnya...

untuk lamanya kuliah berapa lama ya? dan untuk biyaya masukn...
selengkapnya...

Tidak semua MLM itu haram,kita perlu mengamati dengan teliti...
selengkapnya...

Karena karyawan JNE cimone-tangerang menyempelekan komplain ...
selengkapnya...

Yang ingin diskusi tentang kebudayaan Jepang, bisa hubungi n...
selengkapnya...