Home   Budaya   Wisata   Kampus   Politik   Kuliner   Agama   Berita   Tips   Pewarta   

Kasus Aborsi Kian Mencemaskan PDF Cetak E-mail
Penilaian Pembaca: / 34
BurukTerbaik 
Ditulis Oleh Gendhotwukir   
01-05-2008,
Di Indonesia, aborsi dikategorikan sebagai tindakan yang melanggar hukum. Meski demikian, tidak berarti Indonesia telah benar-benar bebas dari tindak anti-kehidupan ini. Justru, kasus aborsi dari hari ke hari kian marak. Ini, tentu saja, merupakan akibat langsung maupun tidak langsung dari kemajuan tehnologi.

Gelombang globalisasi menjadikan dunia yang luas ini semacam pedesaan kecil. Segala hal bisa diketahui dalam waktu cepat. Internet secara langsung maupun tidak langsung menjadi salah satu sebab meningkatnya kasus aborsi, di samping adanya pergaulan yang kian bebas, termasuk di dalamnya seks bebas. Dengan kemajuan tehnologi, orang mudah bermain-main dengan seksualitasnya yang lantas mengakibatkan semakin banyak terjadi kehamilan yang tidak dikehendaki dan yang berakibat pada aborsi.

Menurut Forum Komunikasi Penyayang Kehidupan (FKPK), sebuah lembaga yang memberikan perhatian atas kasus aborsi, yang berdiri sejak 29 Agustus 1998, setiap tahun ada sekitar 2 juta janin digugurkan, baik oleh pasangan suami-istri yang tidak menginginkannya maupun oleh perempuan atau pasangan yang belum menikah.

Data ini cukup mengejutkan. Jumlahnya sangat besar, meski aborsi telah jelas-jelas dilarang, berbagai gerakan menolak tindak aborsi pun gencar dikampanyekan, termasuk oleh majelis-majelis keagamaan. Tentu saja ada banyak faktor yang melatarbelakanginya. Salah satunya, minimnya kesadaran para pelaku aborsi akan arti dan hak atas kehidupan.

Hak hidup adalah hak asasi yang paling mendasar. Hak-hak asasi yang lainnya hanya dimungkinkan pada seseorang kalau seseorang itu hidup. Tidaklah tepat apabila hak-hak asasi lainnya disejajarkan dengan hak untuk hidup. Tidak tepat pula isi Deklarasi HAM oleh PBB pada tanggal 10 Desember 1948 yang mengatakan bahwa setiap orang mempunyai hak untuk hidup, bebas dan keamanan pribadi. Rumusan ini memunculkan kesan seolah-olah hak untuk hidup keberadaan disejajarkan dengan hak bebas dan keamanan pribadi. Hak atas hidup lantas menjadi syarat utama ketika membicarakan perihal hak asasi manusia. Hidup adalah pilar utama untuk dapat merealisasikan nilai-nilai lainnya.

Seorang ahli Bioetika dari Yogyakarta, Dr. CB. Kusmaryanto, SCJ merumuskan hak hidup secara tepat yaitu hak untuk hidup bukanlah hak untuk mendapatkan (hidup), tetapi hak untuk bebas dari ancaman yang membahayakan atau menghilangkan hidup. Hal ini berlaku juga bagi janin. Sejak selesainya proses pembuahan, janin sudah mempunyai hak untuk hidup yang harus dihormati dan dijaga oleh manusia lainnya.

Menurut data-data biologi, hidup manusia terjadi setelah selesainya proses pembuahan. Kehidupan baru sebagai individu tidak datang dari sesuatu yang tidak ada (creatio ex nihilo), tetapi dari perjumpaan ovum dan sperma yang membentuk suatu sel baru. Kalau sel ini bukan makhluk hidup, dia tidak akan pernah menjadi makhluk hidup sebab apa yang terjadi sesudah pembuahan bukanlah menciptakan lagi sesuatu melainkan memperkembangkan apa yang sudah ada di dalam diri satu sel zigot itu.

Oleh sebab itu, tidak benar pembelaan yang mengatakan bahwa sejak terjadinya pembuahan sampai pada umur tertentu sel tersebut tidak dimanusiakan atau bahkan ada yang mengatakan itu hanya gumpalan darah dan daging saja. Jawaban ini tentu saja menyesatkan apalagi kalau itu kita dengar dari seorang tenaga medis yang memang minim pengetahuannya.

Hidup manusia sudah ditentukan sejak terjadinya pembuahan karena hidup merupakan proses keberlangsungan yang sejak awalnya memang sudah berupa kehidupan. Dengan ini semakin jelas, tindak aborsi juga termasuk kategori tindak pembunuhan karena ada aksi merampas dan tidak melindungi kehidupan sejak pembuahan. Semoga dari hari ke hari kita semakin terpanggil untuk semakin menghargai kehidupan.

* Gendhotwukir dari Komunitas Merapi dan pernah pengenyam pendidikan di Philosophisch-Theologische Hochschule St. Augistin Jerman.


 



Views: 10423

Komentar (17)
RSS comments
1. 15-11-2009 11:11, 11:11
boleh aborsi asal ada alasan yg tepat
tidak sepenuhnya melakukan aborsi itu salah... ada alasan tertentu yg membuat melakukan aborsi mgkn bisa diperbolehkan (ex: alasan kesehatan) jika memang janin yang ada di dalam rahim bisa mengancam keselamatan ibu yang mengandungnya,apakah salah jika digugurkan..?? tapi jangan sampai aborsi cuma dilakukan karena alasan gengsi/harga diri karena malu sudah hamil diluar nikah/ akibat sex bebas....
 
john manjur 
http://obatmanjurku.blogspot.com
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
2. 08-01-2009 14:53, 14:53
hal yang halal itu pasti nikmat
knp hrz aborsi sih guyz! 
pdhl tuch jln halal itu lbh nikmat,syg dunk masa remaja kamyu dirusak am cow2 cemen yg brtgggjwb.
so...........
low ad yg halal ngapa mesti haram.
SEPAKAT...................
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
3. 16-07-2008 15:26, 15:26
no sex until merried! ocheee
waduuuuh, sedih jg ya dngar N bc diartikel, koran, majalah kasus aborsi mkin meningkat dr waktu ke waktu? bgmn pun yg namanya aborsi tu dosa bsr frend! jd jgn coba2 ngelakuin hal2 yg mengndung konsekuensi. kasian org tua qt!
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
4. 11-06-2008 18:10, 18:10
no sex until merried! ocheee
Hmm..aborsi!! 
Topik yang ga abis2 dibicarain dari dulu..
 
Yg jelas,, menurut gue,, aborsi tidak dapat dibenarkan!!Apapun alasannya!! 
 
Klo ga mau punya anak,, ya ga usa bikin!! 
Susah amaddddd!!!
Guest
P.A
5. 16-05-2008 14:04, 14:04
ga usah bikin aja deh
kenapa orang melakukan aborsi, padahal udah tau akibatnya...  
 
kalo ga mau anak yang ada dikandungan itu, mending ga usah bikin deh... jgn nambah2 dosa..  
ya ga.. !!!
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
6. 02-05-2008 22:47, 22:47
dosa, ekonomi dan anak jalanan + gelanda
aborsi vs. anti-aborsi, buat gue sih tergantung situasi yah. rekan sby ada bener nya juga. Although not totally bener gitu lho.
 
aborsi itu memang dosa. di negara mana pun aborsi itu dosa. a.k.a membunuh.
 
tapi kita harus lihat dari segi ekonomi juga. Kalo amerika atau negara maju lainnya, orang2 homeless itu ada yang urus: pemerintah. Kalo amerika mau promote anti-aborsi itu sih normal.
 
Kalo di indonesia, homeless (anak jalanan dan gelandangan) siapa yang urus ? pemerintah ? LOL :) 
 
Coba lihat anak gelandangan itu benefit nya apa ? TIDAK ADA! 
 
Contribution mereka to the society apa ? 
 
1) Merusak pemandangan.
2) Membuat masyarakat sekitarnya resah.
3) At the end of their childhood, they will become criminal: tukang todong, tukang rampok, preman.
 
kalo di terusin lagi, itu anak gelandangan yang engga keurus, nanti nya bisa jadi pembunuh in case career kriminal mereka ends up in deep ****.
 
Jadinya, untuk context yang di Indonesia, aborsi vs. anti-aborsi itu sama aja. at the end of the day, someone will get killed. either you kill that BENIH (aborsi?), or you wait for that SOB to kill others (anti-aborsi).
 
Take it FWIW guys. Different people have different opinion.
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
7. 02-05-2008 15:24, 15:24
Aborsi Ueenak X ye...
semakin hari kian banyak yang aborsi, barang kali ueenakk enakk... ya, aku soalnya belum pernah melakukan he..he..., tapi sodara2 yg tercinta ayo kita STOP ABORSI demi kehidupan, klo nggak mau resiko ama manusia mending ama kebo aja biar semarak sekalian, pasti klo mirip2 pelakunya akan jd selebritis diJAMIN deh???!!
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
8. 02-05-2008 12:21, 12:21
g banget....
wah yg namanya aborsi 2 gak bener.....
sama aja menghilangkan nyawa seseorang........
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
9. 02-05-2008 12:11, 12:11
Jangan gila dunks
wah klo orang melakukan abrosi = saja tindakan kriminal karena telah menghilangkan nyawa seseorang
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
10. 02-05-2008 09:09, 09:09
Wanita yang selalu rugi
Saya prihatin dengan maraknya aborsi di negeri tercinta ini. Tapi sayang yang namanya sex bebas sulit sekali di bendung karena moral dan agama yang kian merosot di negeri ini. Dan yang lbh menyakitkan embel2 " ibu biadab- ibu tidak berperi kemanusiaan- ibu tidak bertanggung jawab " dan predikat2 yang melekat pada diri wanita yang selalu di jadikan olok2an dan sumpah serapah, padahal kejadian zina-aborsi-penelantaran anak dll tersebut ada peran "laki2nya". Sayang masyarakat kita masih berpihak pada laki2... tidak ada azas adil dlm menghujat dan menghukum wanita... mudah2an kita terhindar dari yang seperti itu, amien...
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya


Home   Budaya   Wisata   Kampus   Politik   Kuliner   Agama   Berita   Tips   Pewarta   
©2008 SuaraWarga - Suara Merdeka CyberNews Groups
Groups
Suara Merdeka

PENCARIAN
ANGGOTA





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
TERPOPULER
TERBAIK
POLING
KOMENTAR TERBARU
apakah ini yang dinamakan cinta kadang terkadang bikin set...
selengkapnya...

untuk lamanya kuliah berapa lama ya? dan untuk biyaya masukn...
selengkapnya...

Tidak semua MLM itu haram,kita perlu mengamati dengan teliti...
selengkapnya...

Karena karyawan JNE cimone-tangerang menyempelekan komplain ...
selengkapnya...

Yang ingin diskusi tentang kebudayaan Jepang, bisa hubungi n...
selengkapnya...