Home   Budaya   Wisata   Kampus   Politik   Kuliner   Agama   Berita   Tips   Pewarta   

Pemerintah Pro atau Kontra; Ancaman kenaikan BBM PDF Cetak E-mail
Penilaian Pembaca: / 2
BurukTerbaik 
Ditulis Oleh M. Taufiqillah Al-Mufti   
29-03-2012,

Seiring dengan isu “kebijakan” pemerintah mengenai kenaikan BBM yang sudah legal dan akan di-launching pada awal April ini. Berkenaan hal itu pemerintah sampai sekarang belum begitu tegas dalam kebijakan tersebut. Padahal dalam penyusunan kebijakan ada beberapa tahap diantaranya proses implementasi atau sebuah tahap perenungan evaluasi dari sebuah kebijakan yang telah disepakati. Dan sepertinya pemerintah pada hari ini masih dalam tahap tersebut. 

 

Benar kalau dikatakan saat ini pemerintah masih saja mengimplementasikan kenaikan BBM yang sepatutnya sudah tidak wajar lagi untuk dipermasalahkan, masalah sudah jelas, obyek sudah ada, lalu apa lagi yang dipermasalahkan.

 Tentunya dari pihak warga sipil akan terus mempertanyakan nasib BBM terutama nasib mereka sendri . dari kesemua kebijakan BBM tercetus kebijakan untuk mensubsidi BBM ke 74 warga miskin se-Indonesia, namun belum lama subsidi berlangsung sudah menuai isu kebocoran dalam pendistribusikan BBM, dari 85 persen hampir kesemua bocor. Jelas dalam hal ini akan menjadi lahan garap bagi pemerintah. Dan alhasil dari beberapa fraksi dalam kursi pemerintah terdapat tidak kesepahaman mengenai kenaikan harga BBM.

Di antara fraksi itu seperti GERINDRA dan HANURA. Mereka bersikukuh untuk tidak melegalkan kebijakan pemerintah mengenai kenaikan BBM. Menurut mereka pemerintah sama sekali tidak memperhitungkan opsi kedua yang tidak dinaikan.

Namun terus menerus mengkaji berkenaan kenaikannya. Yang akhirnya mereka bersikap apatis terhadap kebijakan tersebut. Fraksi lainnya yang tidak menyepakati seperti partai PDI-P yang dimotori oleh Megawati Sukarno Putri, menurut mereka BBM tidak perlu dinaikan, karena mereka telah mengkalkulasi dari segala macam perhitungan akan anggaran dan lain sebagainya akan ketakutan APBN pemerintah yang melonjak tanpa menaikan BBM.

Akan tetapi dari pihak pemerintah tetap memaksakan diri untuk tetap menaikan harga BBM. Seperti yang terlontar dari sanggahan fraksi GOLKAR oleh Abu Rizal Bakri yang beranggapan dari hasil BBM itu akan dialokasikan kepada sejumplah pembangunan dan pemberdayaan masyarakat seperti pendidikan, ekonomi dan lain-lain, hal serupa juga disampaikan oleh Suryadharma Ali ketua PPP yang hampir sependapat dengan Abu Rizal Bakri, menurutnya dengan dinaikannnya harga BBM itu akan digunakan dalam usulan beasiswa universal kepada siswa berprestasi dan miskin, tentu hal demikian akan dapat membantu kemajuan pendidikan negeri ini.

Kalau memang BBM harus terpaksa dinaikan maka pemerintah telah inkonstitusional  dengan mereka (pemerintah) harus berbenturan dengan pasal 7 ayat 6 yang menerangkan tidak kebolehan menaikan harga BBM. Sudah dapat dirasionalisasikan pemerintah akan merevisi atau mungkin menterminasi pasal itu untuk diperhentikan sementara atau mungkin diamandemen lagi dengan pasal yang tidak begitu mencolok namun akan menjadi kedok.

Sikap in-konstitusional dan in-konsekuensi akan pematuhan perundang-undangan seperti yang terjadi saat ini pastilah akan berimbas ke pada malasah-masalah yang akan datang.

Dari polemik-polemik  seperti itu para mahasiswa yang tergerak dari berbagai elemen organisasi pergerakan PMII, HMI dan lain-lain menentang akan kebijakan pemerintah menaikan harga BBM yang telah bersimpangan dengan pasal 7 ayat 6. Kemarin sekumpulan mahasiswa bali yang serentak menolak kenaikan BBM itu mencoba mengorasikan pendapatnya kepada gubernur bali pastikan.

Yang akhirnya aspirasi dari sekumpulan mahasiswa itu disetujui dan selanjutnya akan diperjuangkan oleh pastika manakala ada rapat di pemerintah pusat. Satu dari sekian kekuatan ditemukan untuk mendobrak benteng ke-egoan dari pemerintah. Walau pemerintah mengusulkan kenaikan BBM dengan alasan untuk mengurangi APBN, padahal menurut hemat saya masih banyak sekali beberapa solusi yang dapat ditawarkan untuk mengatasi ketimpangan-keptimpangan demikian. masih ada sumber daya alam Indonesia yang perlu untuk dimanfaatkan mengapa tidak dengan itu saja? Bukankah Indonesia memiliki kekuatan yang berletak pada sektor pertanian.

Pertanian yang saat ini tengah merosot dampak dari global warming. Sehingga tidak mengherankan apabila Indonesia pernah mengimport sayuran dari luar, bahkan hingga garam Indonesia juga mengimport sedangkan betapa luasnya perairan Indonesia ini, masih sajan mengimport.

Semoga dari kejadian-kejadian ini akan menjadi bahan reflaksi dari para birokrat elit untuk diimplementasikan dalam setiap mengambil kebijakan yang apik.


Views: 2869

Komentar (2)
RSS comments
1. 11-04-2012 16:08, 16:08
setoedjoe...,
setuju bgt, pa lagi buat warga yg ada di daerah dg harga bhn pokok tinggi, misalkan daerah tambang, seperti kalimantan.
Tentu akan sangat memberatkan warga. lebih beruntung lagi bagi mereka yg punya pekerjaan dg gaji tinggi. Tapi apa yg terjadi jika mereka mayoritas hanaya karyawan tambang rendahan( kelas bawah). Apa lagi akhir2 ini di kalimantan beberapa perusahaan tambang melakukan PHK sebagian besar karyawanya, dg dalih untuk memperingan biaya produksi yg semakin lama hasil produksi yg dihasilkan semakin sedikit :(
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
2. 09-04-2012 19:01, 19:01
pendapat tentang kenaikan BBM
Menurut saya, naiknya harga BBM bakal semakin memberatkan para orangtua yang berpenghasilan pas-pasan. Ditambah, kenaikan harga BBM otomatis diikuti naiknya harga berbagai kebutuhan pokok lainnya. Mereka mengaku cemas dengan masa depan lantaran biaya sekolah tingkat lanjutan dan perguruan tinggi bakal semakin mahal, ditambah harga buku dan peralatan sekolah juga mahal.  
Sementara menurut Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Kematran Tegal Murniasih, aksi menulis surat kepada Presiden bukan semata-mata sebagai keprihatinan atas rencana naiknya harga BBm, namun sekaligus bagian dari pelajaran budi pekerti untuk membentuk siswa yang berkarakter sehingga kelak akan berani mengemukakan pendapat secara positif dan bertanggung jawab.
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya

Beri Komentar
  • Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail
Judul:
Komentar:



Kode:* Code


AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - All right reserved

Home   Budaya   Wisata   Kampus   Politik   Kuliner   Agama   Berita   Tips   Pewarta   
©2008 SuaraWarga - Suara Merdeka CyberNews Groups
Groups
Suara Merdeka

PENCARIAN
ANGGOTA





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
TERPOPULER
TERBAIK
POLING
KOMENTAR TERBARU
apakah ini yang dinamakan cinta kadang terkadang bikin set...
selengkapnya...

untuk lamanya kuliah berapa lama ya? dan untuk biyaya masukn...
selengkapnya...

Tidak semua MLM itu haram,kita perlu mengamati dengan teliti...
selengkapnya...

Karena karyawan JNE cimone-tangerang menyempelekan komplain ...
selengkapnya...

Yang ingin diskusi tentang kebudayaan Jepang, bisa hubungi n...
selengkapnya...