Home   Budaya   Wisata   Kampus   Politik   Kuliner   Agama   Berita   Tips   Pewarta   

Lukisan Mbah Maridjan Diburu Warga PDF Cetak E-mail
Penilaian Pembaca: / 15
BurukTerbaik 
Ditulis Oleh Muhammad Fikri Mustaqim   
01-11-2010,
Meninggalnya juru kunci gunung Merapi, Mbah Maridjan, akibat letusan awan panas membuat sosok ini makin dikenal warga. Pascatragedi tersebut, lukisan tokoh spiritual Jawa ini banyak diburu warga. Salah satunya di Banyuwangi, Jawa Timur. Sejumlah pelukis setempat mengaku banyak menerima pesanan lukisan Mbah Maridjan dalam berbagai ukuran.
 

Soni Hidayat (35), pelukis asal Temenggungan, Banyuwangi menuturkan, setelah Mbah Maridjan dinyatakan meninggal, warga mulai tertarik mengoleksi lukisannya. Lukisan paling diminati adalah bentuk Mbah Maridjan yang menggunakan baju adat abdi keraton Jawa. Dia menggunakan kostum lengkap seperti  blangkon, baju Jawa dan selendang kebesaran abdi keraton. “ Saya sempat kaget, lukisan Mbah Maridjan ternyata banyak diminati warga,” katanya, Jumat (29/10) kemarin.

Dalam sehari kata Soni, dia bisa mendapat dua hingga tiga pesanan lukisan Mbah Maridjan. Kebanyakan berukuran 0,5 x 1 meter. Meski ramai pesanan, pelukis beraliran realis ini belum menaikkan harga. Untuk lukisan berukuran normal dijual seharga Rp 500.000. Harga ini terbilang murah dibanding daerah lain, seperti Surabaya, Malang dan Jakarta.

Sebelum banjir pesanan, Soni sempat membuat sebuah lukisan Mbah Maridjan, sehari setelah tokoh ini dinyatakan menjadi korban awan panas Merapi. Ternyata, lukisan tersebut langsung memikat warga. Pesanan pun terus mengalir. Hingga kemarin dia sudah mendapat pesanan lebih dari lima buah lukisan. Untuk menekan harga, dia memilih menggunakan bahan kertas dan pewarna conte. Namun, pelukis ini tetap melayani pemesan yang meminta bahan lebih mahal.

Agar dikenal warga, seniman muda ini membuka galeri sederhana di pojok taman Sritanjung,Banyuwangi. Hasil lukisanya dipajang berjajar di tembok taman. Warga yang melintas biasanya tertarik dan berhenti. Dalam kondisi normal, dia bisa menjual 2-3 lukisan per hari. Kebanyakan pesanannya adalah lukisan keluarga atau para leluhur keluarga yang sudah meninggal. “ Saya belajar secara otodidak. Namun syukur, warga banyak yang berminat,” kata Soni yang sudah tiga tahun menekuni pekerjaan melukis tersebut.

Sebelum Mbah Maridjan, Soni mengaku pernah kebanjiran order ketika melukis gambar beberapa tokoh. Diantaranya Presiden SBY dan Barack Obama. Peminatnya kebanyakan kalangan menengah ke atas untuk koleksi di kantor. Untuk satu lukisan, Soni bisa menyelesaikan maksimal 2 hari. Bahkan, jika lukisan menggunakan pewarna conte hitam putih bisa diselesaikan hanya dalam waktu 5 jam.

Salah satu peminat lukisan Mbah Maridjan, Budi Nugroho (27) mengaku tertarik dengan gambar sosok ini karena cukup unik. Menurutnya, kesetiaan dan ketulusan Mbah Maridjan bisa dijadikan contoh bagi warga lainnya. “ Jarang mendapatkan tokoh seperti ini yang seumur hidupnya digunakan mengabdi,” atanya.

Views: 5480

Komentar
RSS comments

Beri Komentar
  • Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail
Judul:
Komentar:



Kode:* Code


AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - All right reserved

Home   Budaya   Wisata   Kampus   Politik   Kuliner   Agama   Berita   Tips   Pewarta   
©2008 SuaraWarga - Suara Merdeka CyberNews Groups
Groups
Suara Merdeka

PENCARIAN
ANGGOTA





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
TERPOPULER
TERBAIK
POLING
KOMENTAR TERBARU
apakah ini yang dinamakan cinta kadang terkadang bikin set...
selengkapnya...

untuk lamanya kuliah berapa lama ya? dan untuk biyaya masukn...
selengkapnya...

Tidak semua MLM itu haram,kita perlu mengamati dengan teliti...
selengkapnya...

Karena karyawan JNE cimone-tangerang menyempelekan komplain ...
selengkapnya...

Yang ingin diskusi tentang kebudayaan Jepang, bisa hubungi n...
selengkapnya...