image

foto: suaramerdeka.com/dok

15 Februari 2018 | 00:31 WIB | Musika

The KadriJimmo Daur Ulang Karya Yovie Widianto

JAKARTA, suaramerdeka.com- Grup power pop The KadriJimmo tahun ini, hadir dengan singel terbarunya, "Seandainya Aku Bisa Terbang". Singel atau lagu tersebut sebenarnya merupakan karya klasik Yovie Widianto yang pernah dimuat dalam debut album Kahitna, Cerita Cinta (1994). 

Pada singel yang diproduseri Rendy Pandugo ini, kolaborasi vocal antara Kadri dan Jimmo menjadi tatanan yang tak kalah apik dengan kolaborasi vocal Hedi Yunus, Roni Waluya, Carlo di Kahitna, 24 tahun silam. Apalagi dengan didukung para personel The KadriJimmo lainnya, Noldy (gitar), Popo Fauza (kibor dan piano), Soebroto Harry (bass), dan Iyoen Hayunaji (drums). Serta tak ketinggalan sentuhan orkestrasi yang pas dari Alvin WItarsa.

Lantas mengapa memilih lagu lawas Kahitna sebagai singel terbaru The KadriJimmo? "Kami menerjemahkan aransemen “Seandainya Aku Bisa Terbang” lewat bahasa dan pendekatan musik The Kadri Jimmo, dengan karakter dan ruh lagu yang kuat ini untuk telinga musik pop Indonesia sekarang,” jawab Kadri Mohamad,  melalui rilis yang diterima suaramerdeka.com. 

Sementara, produser Rendy Pandugo berharap, generasi saat ini bisa merespon dengan mudah lagu "Seandainya Aku Bisa Terbang". "Artinya merespon sebagai sebuah anthem cinta Kahitna yang menjadi salah satu karya terbaik dari sahabat saya, Yovie Widianto," kata Rendy. 

Singel "Seandainya Aku Bisa Terbang" didistribusikan secara digital di bawah naungan GP Records. Sedangkan untuk video klip ditangani sutradara terkenal Candi Soeleman, dan mengambil lokasi syuting di Jepang dan Jakarta. Dalam penggarapan video klip ini, juga melibatkan penyanyi pop Glenn Fredly, Rendy Pandugo dan Shelomita. 

"“Sutradara Candi Soeleman yang memberi ide, kita tidak usah pakai model. Personel The Kadri Jimmo saja muncul menjadi inspirasi. Juga cameo lain seperti Glenn Fredly, Rendy Pandugo dan Shelomita,” tandas Kadri. 

(Nugroho Wahyu Utomo /SMNetwork /CN40 )